Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 07, 2014

Jakarta, 7 Oktober – Menko Kesra HR. Agung laksono menyatakan bahwa penyediaan obat dalam industri farmasi memerlukan investasi besar dan berkesinambungan, baik untuk infrastruktur maupun untuk pengembangan produk.

“Penyediaan obat dalam industri farmasi memerlukan investasi besar dan berkesinambungan, baik untuk infrastruktur maupun untuk pengembangan produk.

Secara umum, industri farmasi adalah industri dengan investasi besar untuk menghasilkan berbagai produk dengan lingkup produk yang luas. Saya mengutip data dari Kementerian Kesehatan, bahwa sejak tahun 2011 sampai dengan pertengahan 2014, tercatat sekitar 1,54 triliun rupiah yang diinvestasikan di Indonesia dalam industri farmasi dan sekitar  2,5 triliun rupiah yang diinvestasikan untuk upgrading fasilitas produksi guna menghasilkan obat yang memenuhi mutu yang dipersyaratkan”. Demikian antara lain dikatakan Menko Kesra Hr. Agung Laksono dalam Sambutan Peresmian Pembukaan Pabrik dan Ekspor Perdana PT EMJEBE Pharma, Senin (6/10/2014) sore di desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Lebih lanjut Menko Kesra mengatakan bahwa pembangunan fasilitas produksi infus sangat relevan  dengan upaya  Pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu (Paripurna) dimana Pemerintah telah melaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional sejak 1 Januari 2014. Pelaksanaan JKN akan meningkatkan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat dan berdampak pada meningkatnya kebutuhan obat untuk seluruh kelas terapi.

Saya berharap agar produksi obat khususnya keperluan infus juga diperkuat dengan pengembangan ketersediaan  bahan baku obat lain agar peningkatan daya saing produk Indonesia di dunia benar-benar terwujud untuk semua jenis obat, baik obat kimia, herbal, maupun produk biologik. Saya juga berharap agar dari waktu ke waktu industri farmasi semakin meningkatkan pengembangan produk berbasis riset  dan teknologi di Indonesia”, tegas Menko Kesra.

Dalam mengawali sambutan tersebut, Menko Kesra mengajak semua yang hadir pada kesempatan yang baik ini  untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenan-Nya pada saat ini kita dapat bersama-sama diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, dan pengabdian kita kepada masyarakat, serta menghadiri acara Peresmian Pembukaan Pabrik dan Ekspor Perdana PT EMJEBE PHARMA di Desa, Pasuruan, Jawa Timur ini.

Pembukaan pabrik ini, kata Menko Kesra, sekaligus kegiatan Ekspor Perdana produk dari PT EMJEBE PHARMA ke Manca Negara merupakan jalan yang ditempuh oleh swasta dan pemerintah Indonesia dalam pembangunan. Kegiatan ini tidak hanya memperhatikan pembangunan ekonomi saja akan tetapi juga pembangunan sosial. Kegiatan ini tidak hanya mengejar kemajuan dibidang kedokteran modern, akan tetapi juga merupakan usaha untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dalam arti yang luas. Kegiatan ini merupakan usaha untuk mengatasi masalah penyediaan kebutuhan akan peralatan medis yang terus meningkat setiap tahunnya serta meletakkan landasan yang kuat untuk pembangunan yang lebih besar dimasa mendatang. Kegiatan ini perlu mendapatkan dukungan semua pihak karena strategi pengembangan farmasi Indonesia seperti ini dapat menjamin akses masyarakat terhadap obat yang bermutu dan aman.

Wujud Sukseskan Program pemerintah

Pengembangan farmasi ini merupakan wujud dukungan industri farmasi dalam mensukseskan program Pemerintah. Dengan demikian, masyarakat akan semakin mudah memperoleh obat yang bermutu dan terjangkau  serta mampu mengurangi impor obat bahkan kita mampu melakukan ekspor ke Manca Negara.

“Saya atas nama pemerintah memberikan “Apresiasi yang  setinggi-tingginya kepada PT EMJEBE PHARMA yang banyak berkontribusi dalam penyediaan obat untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Tanah Air kita juga berkontribusi pada pemasukan devisa negara melalui kegiatan ekspornya. Langkah untuk mendirikan fasilitas produksi ini adalah sangat tepat karena kebutuhan Indonesia akan obat-obatan termasuk bahan infus dan keperluan pelayanan kesehatan yang bermutu semakin hari semakin meningkat”, tegas Menko Kesra.

Kesejahteraan Yang Menyeluruh

Menko Kesra menegaskan bahwa kesejahteraan yang harus kita wujudkan bagi seluruh rakyat Indonesia adalah kesejahteraan yang menyeluruh. Tidak saja meliputi kesejahteraan fisik dan ekonomi, namun juga kesejahteraan sosial-budaya, kesejahteraan lahir dan batin. Kesejahteraan yang menyeluruh bagi rakyat Indonesia dapat dicapai apabila kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan juga tinggi dan memadai. Tidak pernah ada kesejahteraan menyeluruh tanpa didukung sumber daya manusia berkualitas tinggi secara menyeluruh pula. OIeh karena itu, peningkatan kesejahteraan sangat berkaitan erat dengan Pembangunan Manusia Indonesia yang menjadi prioritas pembangunan nasional sesuai Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2010 yaitu Pembangunan yang Berkeadilan.
 

Itulah sebabnya, pemerintah sangat menitikberatkan pada aspek-aspek pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas, dan kemampuan masyarakat pada seluruh tahapan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera antara lain melalui pengembangan dunia farmasi ini.

Kita ingin menciptakan masyarakat yang peduli terhadap pengembangan farmasi yang mampu bekerja sama dan bermitra dengan komunitas Internasional yang lain, serta mampu memanfaatkan berbagai kemudahan serta perkembangan dalam dunia yang semakin terbuka, dengan harapan mampu mempercepat pencapaian target target tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) 2015.

 
Presiden telah menginstruksikan untuk mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja melalui sinergi dan harmonisasi program-program penanggulangan kemiskinan dan pengangguran yang pada gilirannya nanti dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan di Indonesia menjadi 5% pada tahun 2015.
Berkontribusi Penanggulangan Kemiskinan

Bangsa Indonesia harus berbangga dengan dikembangkannya Pabrik Obat khususnya keperluan Infus seperti ini. Kegiatan ini pada gilirannya nanti mampu berkontribusi pada upaya penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat  dan pelaku usaha dengan skala mikro kecil dan menengah. Upaya ini diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera, bermartabat, dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Menko Kesra atas nama Pemerintah Indonesia mengucapkan “Selamat atas PEMBUKAAN PABRIK DAN EKSPOR PERDANA PT EMJEBE PHARMA DI DESA BAKALAN, KECAMATAN PURWOSARI, KABUPATEN PASURUANMenko Kesra mendoakan, tentu dengan kerja keras pimpinan dan seluruh keluarga besar PT EMJEBE PHARMA ini terus berkembang, berkembang makin pesat, dari masa ke masa, sekaligus kemajuan itu diabdikan untuk membantu masyarakat sekitar dan masyarakat luas sebagai bentuk corporate social responsibility. Semoga Allah swt., Tuhan Yang Maha Pemurah meridhoi Iangkah kita untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Direktur Utama PT EMJEBE PHARMA, Muspida Kabupaten Pasuruan, para Pejabat Kementerian Kesehatan, para Pejabat Badan POM dan para pejabat yang mewakili K/L terkait. (Gs).