Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 09, 2014

Jakarta, 9 Oktober 2014 - Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menerima penghargaan Raskin Award 2014 sebagai inovasi Pendistribusian Raskin terbaik oleh Menko Kesra HR. Agung Laksono di Ruang Oryza, Gedung Pusat Perum BULOG, Jl. Jend. Gatot Soebroto Kav.49, Jakarta. (ole)

Raskin Award 2014 memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota dalam 2 (dua) kategori, yaitu: Kategori Umum dan Kategori Khusus. Untuk Kategori Umum dipilih 3 (tiga) pemenang kabupaten dan 3 (tiga) pemenang kota yang mempunyai Peringkat Terbaik. Sedangkan Kategori Khusus dipilih 4 (empat) kabupaten/kota, yaitu untuk kategori: Partisipasi Pemda Terbaik, Partisipasi Masyarakat Terbaik, Transparansi Program Terbaik, dan Inovasi Pendistribusian Raskin Terbaik.

berikut Peraih Raskin Award 2014 :

  1. Kategori Umum Kabupaten:
  1. Peringkat I: Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
  2. Peringkat II: Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.
  3. Peringkat III: Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur.
  1. Kategori Umum Kota:
  1. Peringkat I: Kota Bandung , Provinsi Jawa Barat.
  2. Peringkat II: Kota Sabang, Provinsi Aceh.
  3. Peringkat III: Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
  1. Kategori Khusus:
  1. PARTISIPASI PEMDA TERBAIK: Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau:
    • Apresiasi patut diberikan oleh karena Pemkot Batam telah mengalokasikan APBD dalam mendukung Pelaksanaan Program Raskin yang jumlahnya relatif cukup besar. Dengan adanya alokasi APBD ini, telah mampu menjamin keberhasilan pelaksanaan dan kelancaran program, serta sangat berpihak kepada masyarakat miskin dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Pengalokasikan Dukungan APBD ini juga menunjukkan tingkat Partisipasi dan Komitmen Pemda yang sangat tinggi dalam Pelaksanaan Program Raskin.
  2. PARTISIPASI MASYARAKAT TERBAIK: Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali:
    • Apresiasi pantas diberikan oleh karena Pemkab Tabanan telah mampu menggerakkan partisipasi masyakat dengan melibatkan “Lian Banjar” (Kepala dusun). Dalam hal ini, Raskin didistribusikan di TD yang berbeda dengan di TB. TB di Kabupaten Tabanan dilakukan di Banjar dengan dikoordinir oleh Lian Banjar yakni dengan cara: Langsung memberitahu RTS-PM bila beras sudah dating. Setelah itu Lian Banjar datang ke TD di Kantor Kepala Desa untuk mengambil alokasi Raskin untuk Banjar mereka. Pelibatan Lian Banjar ini merupakan inovasi yang sangat baik karena langsung melibatkan masyarakat dalam pendistribusian Raskin.
  3. TRANSPARANSI PROGRAM TERBAIK: Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur:
    • Kota Balikpapan layak diberi penghargaan ini, karena tingkat transparansinya dinilai sangat baik terkait dengan pemutakhiran data RTS sebagai indikator utama Tepat Sasaran Program Raskin. Data RTS yang diperoleh dari TNP2K, dicetak dan dipasang di media massa, sehingga banyak memperoleh tanggapan dari berbagai kalangan. Berbagai tanggapan ditampung untuk dilakukan koreksi dan verifikasi melalui Musyawarah Kelurahan (muskel). Hasil muskel ternyata terjadi pengurangan jumlah RTS yang sangat signifikan dengan tingkat keakurasian yang tinggi. Hal ini menjamin Tingkat Ketepatan Sasaran dalam pelaksanaan Program Raskin. Langkah pemutakhiran data RTS melalui publikasi media massa ini sangat efektif dan belum pernah dilakukan oleh pemda lain di Indonesia, sehingga patut diapresiasi sebagai inovasi yang meningkatkan transparansi. Dengan demikian masyarakat umum dapat melihat dan menilai secara langsung kelayakan RTS dalam menerima Raskin yang menjadikan Program Raskin ini lebih tepat sasaran.

4) INOVASI PENDISTRIBUSIAN RASKIN TERBAIK: Kabupaten Mimika, Provinsi Papua:

  • Kabupaten Mimika dinilai sangat baik dalam hal pendistribusian Raskin. Tim Koordinasi Raskin Kabupaten Mimika mampu mengembangkan inovasi dalam distribusi Raskin, sehingga dengan kondisi geografis dan topografis yang “berat dan sulit”, serta kondisi sosio-kultural masyarakat yang rentan terhadap konflik (seperti perang antar suku), namun Raskin tetap dapat terdistribusi dengan baik, lancar, tepat waktu, tepat jumlah dan bahkan tepat harga. Beberapa contoh inovasi dalam pendistribusian Raskin antara lain: pelibatan PT Freeport yang telah membantu kendaraan pengangkut (pesawat terbang) untuk mendistribusikan beras di daerah gunung dan pedalaman; pengalokasian Dana Operasional Distrik (DOD) melalui APBD untuk pelaksanaan Program Raskin; Kebijakan Lokal Kepala Distrik, Kepala Kampung dan Kepala Suku; serta mengembangkan sistem pendistribusian beras saat terjadi perang antar suku.

Kategori: