Jakarta, 13 Oktober - Aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi pada Minggu (12/10/2014). Belum dapat diperkirakan kapan kondisi Sinabung kembali normal atau tidak erupsi lagi.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam pesannya mengatakan, upaya penanggulangan bencana Gunung Sinabung hari ini sudah dilakukan.
Saat ini tercatat Gunung Sinabung, seperti dilansir laman Tribunnews.com., mengalami 142 kali guguran. Juga terjadi beberapa kali erupsi pada pukul 00.00-06.00 WIB terjadi tiga kali awan panas guguran (teramati pakai termalcam) dengan jarak luncur sejauh 2000-3000 meter ke selatan.
Pukul 06.00-12.00 WIB terjadi tiga kali awan panas guguran (teramati pakai termalcam) dengan jarak luncur sejauh 2000-2500 meter ke selatan, tinggi kolom abu awan panas 1000 meter.
Pukul 12.00-18.00 WIB terjadi tiga kali awan panas guguran (teramati pakai termalcam) dengan jarak luncur sejauh 1500-2500 meter ke selatan, tinggi kolom 2000 m ke arah tenggara dan abu awan panas 1000-1500 meter.
Pukul 14.42-15.40 WIB (3513 detik), terekam laharan am: 55 mm, angin ke barat daya-barat.
Sampai saat ini jumlah pengungsi terdata 3.287 jiwa, dengan 1.019 Kepala Keluarga yang tersebar di 16 titik pengungsian. BNPB sudah meningkatkan pelayanan kepada para pengungsi.
Selama aktivitas Sinabung hari ini, petugas BNPB juga sudah mengevakuasi dua dua warga yang mengalami gangguan jiwa masuk zona merah di desa Gurukinayan, selanjutnya dievakuasi ke RS Jiwa di Medan.
BNPB mengimbau masyarakat agar tidak kembali ke desanya yang masuk dalam kawasan zona merah. Untuk itu pihaknya, sambung Sutopo, menyisir desa-desa agar tetap steril.
Sejumlah antisipasi dengan aktivitas Gunung Sibanung yang terus mengeluarkan abu vulkanik, warga sudah diberikan masker bagi mereka yang tinggal di Kecamatan Berastagi, Merdeka dan Naman.(Tn/Gs).