Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 16, 2014

Jakarta, 16 Oktober - Wakil Presiden RI Prof. Boediono meluncurkan kuliah Dalam Jaringan (Daring) dan Sistem Data Pokok Pokok Pendidikan (DAPODIK)  pada hari Rabu (15/10/2014)  di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Gedung A lantai tiga, Jl. Jenderal Soedirman,Jakarta. 

Dalam acara tersebut selain dihadiri oleh pejabat dari Kemdikbud juga dihadiri pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang  Kesejahteraan Rakyat, diantaranya Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama  Prof. Dr.R. Agus Sartono, MBA., Asdep Ir. Asril, M.Si, Meida Octarina, MCN dan Pramono, M.Si.

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) Boediono mengapresiasi  terobosan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Dapodik merupakan data yang luar biasa karena lengkap dengan identifikasi yang jelas. Ini sangat baik dan bisa dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan,” demikian disampaikan Wapres dalam sambutannya. Wapres juga mengatakan akan sangat strategis dalam memberikan arahan serta mempermudah penyusunan perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan pendidikan. Semua itu dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang merata dan tepat sasaran. Data juga adalah sebagai pondasi awal dalam sebuah perencanaan program dan pengambil kebijakan.

Pengelola dan penyelenggara kuliah Daring adalah Ditjen Dikti, Pustekkom dan baru enam perguruan tinngi, yaitu: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Bina Nusantara dan Universitas Guna Darma. Nama perguruan tinggi yang tergabung dalam Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka Terpadu (PDITT) masing-masing menyiapkan lima mata kuliah daring bagi mahasiswa yang ikut dalam program tersebut. Guna menyebarkan pengetahuan yang lebih banyak kepada mahasiswanya, Wakil Presiden Boediono meminta agar mata kuliah daring ini diperbanyak.

Wapres mengatakan, ilmu yang ada di perguruan tinggi jangan hanya disimpan di lingkungan perguruan tinggi tersebut saja. Semakin luas masyarakat yang menyerap ilmu tersebut maka kualitas pendidikan tinggi akan semakin baik. “UI misalnya, disana gudangnya ilmu pengetahuan. Saya berharap mata kuliah daringnya ditambah,” kata wapres.

Peserta dari pulau paling timur Indonesia pun tak mau ketinggalan.
Diakui Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Triyogi Yuwono, dari 700 peserta kuliah daring yang terdaftar di ITS, paling banyak berasal dari Merauke, Papua. “Dari Musamus, Merauke yang paling banyak,” katanya saat melakukan dialog interaktif dengan Wakil Presiden Boediono pada peluncuran PDITT dan Dapodik.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengingatkan jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar mengawal pelaksanaan Kurikulum 2013. “Kita ambil risiko dan roda sudah berputar. Kurikulum 2013 terus  kita perbaiki baik dari sisi substansi maupun penyampaiannya,” ujar Wapres.

Di akhir sambutannya, Wapres menegaskan komitmen untuk memajukan pendidikan sudah terpatri di hatinya. “Saya sendiri meski tidak menjabat lagi, mendukung upaya pendidikan kita,” ujar Wapres.(Pram/Gs)