Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 24, 2014

Jakarta, 24 Oktober  - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis, yakin wabah Ebola yang menjangkiti tiga negara Afrika Barat--yaitu Liberia, Guinea, dan Sierra Leone--tidak akan menyebar di kawasan sekitarnya.

Saat ditanya seperti dilansir laman Anataranews.com., apakah warga di negara-negara seperti Guinea Bissau, Mali, dan Pantai Gading berpotensi terjangkit Ebola tanpa diketahui, Asisten Direktur Jenderal WHO, Keiji Fukuda, menjawab kemungkinan itu kecil.

"Kami yakin bahwa penyebaran Ebola tidak meluas sampai ke negara-negara tetangga. Hal itu masih merupakan kekhawatiran bagi semua orang, namun sampai saat ini kami belum melihat penyebaran tersebut terjadi," kata Fukuda kepada para wartawan Reuters di Jenewa.

Pada pekan lalu, WHO menyatakan akan mengirim sekelompok pakar ke Mali dan Pantai Gading untuk memastikan kesiapan kedua negara tersebut.

Jika Ebola menyebar ke Pantai Gading, maka dampak ekonominya akan terasa di seluruh dunia karena negara tersebut--bersama Ghana--adalah pemasok 60 persen kebutuhan biji kakao global. (Baca juga: Nigeria dinyatakan bebas Ebola)

Komite Darurat WHO mengenai Ebola mengatakan bahwa pembatasan izin keluar dari Liberia, Sierra Leone, dan Guinea melalui udara, darat, dan laut adalah langkah penting bagi pencegahan penyebaran Ebola ke bagian Afrika lain.

Sejumlah pakar dalam komite WHO mengatakan bahwa kebijakan pembatasan itu dapat diberlakukan dengan "pengisian kuesioner, pengukuran temperatur tubuh, dan--jika kasus demam ditemukan--penilaian resiko apakah demam tersebut disebabkan oleh Ebola.

Sampai saat ini, sudah 36.000 orang yang meninggalkan Guinea, Liberia, dan Sierra Leone dengan melalui mekanisme pembatasan yang disebutkan WHO. Sebanyak 100 di antaranya telah "ditangguhkan izin keluarnya," kata Isabelle Nuttal dari kluster ketahanan kesehatan WHO.

Komite WHO sendiri menegaskan bahwa larangan penuh perjalanan dan perdagangan internasional karena Ebola tidak boleh diberlakukan.

Dalam catatan WHO, virus Ebola telah menewaskan 4.877 jiwa. Namun angka tersebut berpotensi membengkak tiga kali lipat karena sulitnya pendataan. (Baca juga: WHO prediksi wabah Ebola bisa jangkiti 20 ribu orang)

WHO sendiri sebelumnya meminta bantuan sebanyak 12.000 staf lokal dan 750 pakar asing namun baru-baru ini menaikkannya menjadi 20.000 dan 1.000. Sampai saat ini baru ada 600 pakar asing. (Baca juga: Perlu empat bulan untuk halau wabah Ebola)

 

Perlu empat bulan untuk halau wabah Ebola

Sementara itu, epidemi Ebola paling tidak bisa dikendalikan selama empat bulan sekalipun semua hal yang perlu telah dilakukan, kata Federasi Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional seperti dikutip AFP.

Palang Merah Internasional mengingatkan konsekuensi akibat tidak mau bertindak, berkaitan dengan wabah maut ini.

Wabah sangat mematikan ini didaku telah membunuh lebih dari 4.500 orang di Afrika Barat, sedangkan para pakar memperingatkan bahwa tingkat infeksinya bisa mencapai 10.000 orang per minggu, sampai awal Desember.

Belum ada obat atau vaksin untuk Ebola yang ternyata juga menyebar ke Spanyol dan Amerika Serikat kendati hanya sedikit kasus.

Elhadj As Sy, kepala  Federasi Palang Merah dan  Bulan Sabit Merah, mengeluarkan serangkaian prosedur yang bisa mengendalikan Ebola, termasuk "isolasi yang tepat, perlakuan kasus yang terkonfirmasi baik, penguburan korban virus yang baik dan aman.

"Adalah mungkin saja, sebagaimana mungkin di masa lalu, menghalau epidemi ini dalam kurun empat sampai enam bulan jika respons atas epidemi ini memuaskan," kata dia.

"Saya kira ini adalah prospek terbesar kita dan kami melakukan apa saja yang mungkin guna memobilisasi sumber daya kita dan kapasitas kita untuk melakukan hal seperti itu."(Ant/Gs).