Jakarta, 13 Nopember - Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah diluncurkan Presiden Jokowi belum diberlakukan di DIY.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Baskara Aji akan tetap menjalankan program-program lama yang sudah berjalan, misal Kartu Cerdas.
"APBD DIY sudah mengalokasikan Kartu Cerdas ini sekitar Rp 9 miliar pertahun," kata Baskara Aji seperti dilansir laman Tribunnews.com., dijumpai di DPRD DIY, Rabu (12/11/2014).
Program yang dilaunching April 2014 ini menyasar 3.500 siswa se-DIY.
Terdiri dari 1.500 siswa SMP dan 2.000 siswa SMA.
Selain Kartu Cerdas, Pemda DIY juga masih memberlakukan Bantuan Siswa Miskin (BSM).
Program ini menyasar sekitar 16 ribu siswa dari tingkat SD sampai SMA.
Nominal bantuannya beragam yakni Rp 100 ribu perbulan untuk siswa SD, Rp 200 ribu perbulan untuk SMP dan Rp 450 ribu perbulan untuk siswa SMA.
Kesuksesan program-program itulah yang menyebabkan DIY tidak masuk dalam program percontohan KIP dari Jokowi.
"Yogya tidak menjadi sample KIP karena kita (DIY) sudah melakukannya (penanganan program putus sekolah) dengan sangat baik," jelasnya.
Program KIP kemungkinan baru diterapkan di DIY tahun 2015. Daftar penerima KIP akan mengacu pada data Bantuan Siswa Miskin (BSM).
Kendati KIP diterapkan, Aji menegaskan tak akan menghapus program lama. Sebab, jika berbasis Data BSM, maka dipastikan KIP belum bisa mengcover semuanya.
"Ya masih kurang itu. Yang jelas nanti tidak boleh ada yang menerima beasiswa double, ada surat pernyataan diketahui kepala sekolah," paparnya.(Tn/Gs).