Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on November 28, 2014

Jakarta, 28 Nopember - Menteri Kesehatan Nila Moeloek menegaskan pentingnya kesehatan sebagai awal dari kesejahteraan dan mengimbau masyarakat untuk dapat menjaga kesehatan dengan mengutamakan perilaku promotif-preventif dibandingkan kuratif.

"Kita sendiri harusnya menjaga kesehatan kita, karena harus kita sadari dengan kita sehat, kita akan bisa berpendidikan karena otak kita berkembang. Dan kalau otak kita berpendidikan, kita akan sejahtera. Jadi kesehatan adalah hulunya," ujar Menkes usai peringatan puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis.

Meski demikian, Menkes mengatakan seperti dilansir laamn Antaranews, pemerintah tetap memperkuat pelayanan kesehatan terutama fasilitas pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas sebagai tujuan awal pasien dalam sistem rujukan di BPJS Kesehatan.

"Jadi memang harus dimulai dari layanan primer. Yang memang harus dirujuk (ke fasilitas kesehatan sekunder) nanti akan dirujuk," ujarnya.

Program BPJS Kesehatan saat ini telah diikuti oleh lebih dari 125 juta warga Indonesia dengan 86,4 juta orang diantaranya merupakan penerima bantuan iuran (PBI) yang preminya dibayarkan oleh pemerintah.

Presiden Joko Widodo kemudian memperluas program tersebut dengan memasukkan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kedalam program Kartu Indonesia Sehat yang telah dibagikan kepada 400 ribu warga dari total 1,7 juta orang yang terdata.

Sedangkan cakupan universal BPJS Kesehatan terhadap seluruh warga Indonesia diharapkan terwujud pada tahun 2019.

"Semua rakyat Indonesia harusnya tercakup oleh JKN," kata Menkes.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyebut pemerintah akan memperbarui data terkait pelayanan kartu-kartu tersebut dibawah BPJS Kesehatan.

"Kita kerja sama dengan BPJS, kita memerlukan masa transisi untuk membuat seluruh kartu jadi satu kartu untuk kami integrasikan. Masih dalam proses untuk kemudian dikoordinasikan dengan seluruh pihak terkait," ujarnya.

Kemenkes siap mengantisipasi penyakit DBD

Sementara itu, Kementerian Kesehatan memperkirakan lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2015 akan meningkat seiring dengan datangnya pergantian musim dari kemarau ke penghujan, sehingga masyarakat harus waspada terhadap penyakit DBD maupun yang penyakit lain saat musim hujan.

Salah satu bentuk antisipasi penganggulan DBD adalah menggerakkan seluruh elemen kesehatan, dan lembaga masyarakat untuk giat menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat, kata Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr Untung Suseno Sutarjo, MKes, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis.

Sekjen Kemenkes mengatakan persiapan untuk mengatasi meluasnya DBD diperlukan persiapan sejak dini.

Oleh karena itu, Kemenkes menyambut baik upaya yang dilakukan PT Amerta Indah Otsuka melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang turut berkontribusi pada upaya meningkatkan derajat kesehatan yang optimal dengan program kerja yang berkesinambungan.

Sebagai bentuk perwujudan program, telah ditandatangani kesepakatan bersama antara PT Amerta Indah Otsuka (AIO) dengan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta (25/11) oleh Sekjen Kemenkes Dr Untung Suseno Sutarjo, MKes, dan Managing Director PT AIO Prayugo Gunawan. Acara tersebut disaksikan Menkes Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp M.

"Kontribusi PT Amerta Indah Otsuka dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan di Indonesia perlu diapresiasi. Dengan ditanda tangani kesepakatan kerjasama ini diharapkan dapat lebih memudahkan koordinasi antara Dinas Kesehatan setempat dengan program yang diusung oleh PT AIO serta membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia," kata Untung Suseno Sutarjo.

Sementara itu, Prayugo Gunawan mengatakan, selama ini pola hidup bersih dan sehat merupakan salah satu kegiatan yang telah dijalankan di pabrik PT AIO dengan melibatkan instansi pemerintah setempat seperti kader PKK dan Posyandu.

Dengan komitmen dan konsisten PT AIO mendampingi Posyandu binaan di Sukabumi hingga mengantarkan Posyandu tersebut menjadi Posyandu Mandiri dan mendapatkan penghargaan dari Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Selain mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, perusahaan tersebut juga aktif memberikan contoh konkret dengan menggerakkan para kader kesehatan dengan gerakan bersih desa sebagai upaya pencegahan demam berdarah di beberapa kota di Indonesia yang endemik DBD.(Ant/Gs).