Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on December 01, 2014

Jakarta, 1 Desember  - Jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) terus bertambah. Peningkatan jumlah tersebut ternyata berbanding lurus dengan prevalensi penderita HIV/AIDS.

"Berdasarkan periode Oktober 2011, penderita HIV/AIDS yang ditangani lapas dan rutan berjumlah 787 dan itu meningkat menjadi 1.042. Jumlah ini tentu menjadi perhatian kita semua akan pentingnya penanganan HIV/AIDS di lapas dan rutan," ujar Direktur Infokom Kemenkum HAM Ibnu Chuldun di sela-sela kunjungan Menkum HAM Yasonna H Laoly dan Menkes Nila Moeloek dalam peringatan hari AIDS di Rutan Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Senin (1/12/2014).

Dalam kunjungan kali ini Yasona dan Nila se4perti dilansir laman Detiknews, mengunjungi poliklinik dan penanganan napi yang terinfensik HIV/AIDS. Tingginya penderita penyakit HIV/AIDS menarik perhatian menkum HAM dan menkes.

"Saat ini pelaksanaanya lebih ditekankan pada usaha pencegahan dengan komunikasi dan edukasi (penyuluhan-red), hingga saat ini program ini terus dilakukan dengan senantiasa meningkatkan kualitas program Ditjen PAS sendiri telah mengandeng mitra KPAN, HCPI, AusAID, USAID, Global Fund dan LSM lainnya," imbuh Ibnu.

Ibnu meyakini permasalahan AIDS bukanlah masalah perorang tetapi masalah multidimensi. "Perlu mendorong terlaksananya diversi bagi pengguna narkoba dengan rehabilitasi, Pemerintah perlu mendukung alokasi anggaran untuk program pengendalian dan penangulangan HIV/AIDS di lapas dan rutan," tuturnya.

Ibnu juga menjelaskan dalam jangka pendek peningkatan layanan deteksi dini. Perlu dilakukan pemeriksaan dan pengobatan serta perawatan dukungan terhadap warga binaan.

"Pelatihan dan peningkatan Kapasitas pegawai agar dapat melaksanakan program penangulangan HIV/AIDS di lapas dan rutan secara berkualitas. Kami bertekad mewujudkan getting to zero HIV/AIDS yaitu penularan inveksi baru sehingga berkurangnya angka kematian akibat AIDS dan zero diskriminasi terhadap ODHA," tutupnya.(Dn/Gs).