Jakarta, 16 Desember - Proses distribusi bantuan bencana longsor di Banjarnegara mengalami kesulitan. Medan berat dan cuaca belum kondusif menjadi penyebabnya.
“Saat ini salah satu kendalanya adalah transportasi dan kemudian juga kondisi alam, karena di sana masih hujan terus menerus,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (16/12/2014).
Selain itu, seperti dilansir laman Timlo.net dari Merdeka.com, kondisi medan yang rusak juga menjadi penyebab lain terhalangnya distribusi bantuan. Hal ini menyebabkan alat transportasi cukup sulit mengakses lokasi bencana.
“Tempatnya tidak memungkinkan untuk semua alat transportasi masuk ke daerah bencana,” kata Menko PMK.
Pemerintah terpaksa memutuskan untuk menunda dulu pemberian bantuan kepada para korban. Menurut Menko PMK, bantuan akan segera diberikan setelah dipastikan kondisi alam dapat lebih kondusif.
“Ini tidak bisa terburu-buru. Kalau kita datangkan juga ke sana kemudian tidak bisa masuk juga akan menjadi satu hal lagi yang menambah permasalahan di sana,” terangnya.
Meski demikian, Menko PMK memastikan proses evakuasi akan terus dilakukan pemerintah. Menurut dia, evakuasi akan dijalankan hingga 21 Desember.
“Kita lihat apakah alam bersahabat atau tidak, tentu saja pemerintah atau negara akan hadir dan tidak akan berdiam diri,” ungkapnya.
Janji Percepat Relokasi Korban Longsor Banjarnegara
Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Puan Maharani mengatakan saat ini pemerintah tengah menjalankan proses evakuasi bencana longsor Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia menerangkan pemerintah akan mempercepat proses relokasi korban sesaat setelah evakuasi dinyatakan selesai.
"Kami berharap hunian sementara maupun hunian tetap pascabencana ini, setelah nanti secepatnya akan ditemukannya korban-korban yang sampai saat ini belum semua ditemukan," ujar Menko PMK.
Menko PMK seperti dilansir laman Merdeka.com mengatakan pemerintah tidak hanya akan menjalankan program relokasi. Program tersebut rencananya akan ditunjang dengan pelbagai program pendukung agar para korban dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sebelum terjadi bencana.
"Tentu saja harus kemudian dilanjutkan atau diteruskan dengan program-program lain, yaitu bagaimana kemudian semua keluarga itu kembali mendapatkan lahan untuk tempat tinggal, lahan untuk bercocok tanam, dan anak-anak bisa kembali bersekolah," tegas Menko PMK.
Lebih lanjut, Menko PMK menerangkan pemerintah akan menjalankan program pascabencana secara terpadu melibatkan seluruh kementerian terkait. Hal ini akan dilakukan setelah proses evakuasi bencana dinyatakan selesai pada 21 Desember mendatang.
"Setelah itu baru kita akan melakukan proses pascabencana di mana hal-hal yang berkaitan dengan bencana di Banjarnegara itu bisa kita lakukan secara menyeluruh," ungkapnya.(Tn/Mc/Gs).