Jakarta, 9 januari - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri dan juga pimpinan lembaga di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (9/1/2015). Agenda tunggal rapat kali ini adalah persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika pada bulan April mendatang.
Di dalam pembukaan rapat, Jokowi meminta agar semua pihak bisa melaksanakan KAA yang sudah ke-60 kalinya itu dengan lancar.
"Kita tahu ini adalah sebuah momentum yang sangat baik bagi negara kita untuk kembali mengingatkan kepada dunia bahwa kita mempunyai peran yang sangat besar pada saat itu dan kita ingin memori dan ingatan itu kita ingin angkat kembali," kata Jokowi.
Hadir dalam rapat tersebut, yakni Menteri Luar Negeri Rento LP Marsudi, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno serta Kapolri Jenderal Sutarman.
Jokowi menyoroti persiapan mulai dari akomodasi, logistik, pengamanan, hingga protokol. Semuanya harus disiapkan sebaik mungkin.
"Praktis waktunya tinggal 3 bulan lagi," kata dia.
109 Kepala Negara Diundang Hadiri Konferensi Asia Afrika di Jakarta dan Bandung
Pemerintah Indonesia tengah disibukkan dengan persiapan Konferensi Asia Afrika yang akan digelar di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April 2015. Sebanyak 109 kepala negara diundang dalam konferensi yang sudah dilakukan ke-60 kalinya itu.
"Undangan akan kami sebarkan ke 109 kepala negara dan 25 organisasi internasional," ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (9/1/2015).
Pada tahun ini, Retno seperti dilansir laman Kompas.com, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia mengangkat tema soal penguatan hingga kerja sama negara-negara di selatan. Kerja sama itu dilakukan untuk mempromosikan perdamaian dan kesejahteraan dunia.
Dia menjelaskan, pelaksanaan rangkaian acara Konferensi Asia Afrika dilakukan 19-23 April di Jakarta dan pada 24 April dilakukan di Bandung. Acara akan diisi pertemuan senior official meeting (SOM), pertemuan tingkat menteri, dan akan diakhiri pada pertemuan tingkat kepala negara atau kepala pemerintahan.
Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika diprakarsai oleh Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India, dan Pakistan. Konferensi pertama kali diadakan pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia.
Jadikan Hari Libur
Sementara itu, acara puncak peringatan KTT Asia Afrika akan digelar di Bandung pada 24 April mendatang. Rencananya, Pemkot Bandung akan menjadikan hari puncak peringatan yang jatuh pada hari Jumat tersebut sebagai hari libur.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil seperti dilansir laman republika Online, mengatakan, hal itu dilakukan untuk memperlancar mobilisasi para kepala negara dan pejabat pemerintahan lain yang akan datang dari Jakarta ke Bandung.
"Saya sebagai tuan rumah juga sedang gelisah karena acaranya besar. Ada wacana kita bikin libur, Kota Bandung diliburkan di hari Jumat," ujar Ridwan Kamil usai rapat terbatas persiapan KTT Asia Afrika di Kantor Presiden, Jumat (9/1/2015).
Peringatan 60 tahun KTT Asia Afrika dan 10 tahun New Asian African Strategic Partnership akan digelar di Jakarta dan Bandung pada April mendatang. Sebanyak 109 kepala negara bakal hadir dalam forum internasional tersebut.(Kc/Rol/Gs).
Kategori: