Tawangmangu (31/03)--- "Gerakan minum jamu bersama yang sudah saya luncurkan dan terus berjalan di beberapa kementerian, ke depan (saya harapkan-red) tidak hanya sebatas acara seremonial saja tapi juga bisa makin membudaya. Saya juga mewacanakan agar setiap bandara kita ada gerai jamu, supaya jamu kita juga makin dikenal di dunia dan jadi identitas bangsa," demikian sambutan Menko PMK, Puan Maharani saat peluncuran lima jamu saintifik di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BBPPTOOT) Kemenkes RI, Tawangmangu, Karanganyar, Jateng.
Menko PMK juga menegaskan kehadiran negara dalam mendukung jamu sebagai salah satu kekayaan negara. "Tadi sewaktu meninjau kebun obat dan balitbang ini, saya jadi merasa begitu bangga karena memang yang ada di sini sangat komplit dan berharga. Begitu juga dengan manfaatnya."
Dukungan pemerintah terhadap jamu, menurut Menko PMK, akan terus didukung juga penelitiannya karena memang baru sedikit saja potensi jamu-jamuan atau tanaman obat yang tergali di tanah air. Bahkan, Menko PMK mengimbau agar balitbang serupa dapat dibangun di daerah lain. "Tentunya dengan cara saling bergotong royong, perlu gerakan revolusioner yang berasal dari revolusi mental, dimulai dari sekarang, dan singkirkan ego sektoral kita," papar Menko PMK lagi.
Menko PMK mengungkapkan kekagumannya terhadap kekayaan alam Jawa Tengah, begitu juga dengan potensi keekonomia Jateng terutama dari sektor UKM dan pertanian. Ke depan, UKM dan pertanian Jateng akan diperkuat dengan payung hukum berupa kepemilikan hak cipta dan paten. Tujuannya, agar tidak ada bangsa lain yang mengklaim kekayaan bangsa itu dan dapat lebih dikenal di dunia sebagai suatu identitas. Salah satu cara yang dapat dilakukan, misalnya dengan memperbaiki sistem pemasaran atau pengemasan.
Kunjungan kerja dua hari Menko PMK kali ini antara lain mengagendakan kunjungan ke Kebun Tanaman Obat (KTO) Tlogodlingo dan etalase tanaman obat serta obat tradisional. Di kebun produksi, Menko PMK menyempatkan diri memanen tanaman obat bernama 'matricia chamonilla' yang berkhasiat untuk kecantikan dan kesuburan wanita, sementara tanaman obat yang ditanam oleh Menko PMK berjenis tanaman untuk sanrego bernama 'Lunasia Amarablanco.' Kunjungan hari pertama ini juga dimanfaatkan Menko PMK untuk meresmikan kafe jamu di alun-alun Kab Karanganyar. Adapun kunjungan hari kedua esok, Menko PMK akan menuju Sukoharjo untuk minum jamu bersama 10 ribu murid SMA/SMK se-Kab Sukoharjo dan mendeklarasikan Sukoharjo sebagai kabupaten jamu.
Kunker Menko PMK kali ini didampingi oleh Mentan, Amran Sulaiman; Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo; Sesmenko PMK, Sugihartatmo; Kepala Balitbangkes, Tjandra Yoga Aditama; dan pejabat kementerian terkait serta para SKPD Provinsi Jateng. (IN/Vit)