Tanjung Pinang (07/05) -- Kendati masih memiliki banyak guru berstatus honorer, kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau hingga kini terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, peningkatan mutu kualitas pendidikan di daerah ini tidak hanya dilakukan di tingkat pendidikan dasar tetapi juga pendidikan masyarakat dan pendidikan anak usia dini. Pentingnya peningkatan mutu kualitas pendidikan mengemuka dalam Rakor peningkatan kualitas Pendidikan Dasar (Dikdas) , PAUD dan Pendidian Masyarakat (Dikmas) yang berlangsung di Gedung Asrama Haji Tanjung Pinang Kepualaun Riau. Rakor dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Asisten lll Walikota Urusan Kesra dan Kemasyakatan, Ketua Komisi I DPRD dan Wakil Ketua Komisi I DPRD kota Tanjung Pinang. Asisten Walikota Urusan Kesra dan Masyarakat A. Hadi dalam rakor ini mengatakan komitmen pemerintah daerah kota Tanjung Pinang pada dunia pendidikan daerah sangat tinggi, terbukti dengan kebijakan bahwa tidak ada alasan anak di kota tanjung pinang yang tidak bersekolah. Konsep kasih sayang menjadi hal utama di lingkungan pemerintah daerah untuk saling membantu di dalam masalah pendidikan untuk menagani anak putus sekolah maupun banyaknya guru honor yang kini masih menjadi permasalahan pemerintah daerah maupun masyarakat luas di Kepulauan Riau, kota yang dikenal dengan kota gurindam dua belas. Terlebih APBD Kepualaun Riau sebesar Dua Koma Empat Triliyun Rupiah dan untuk Kota Tanjung Pinang memiliki APBD sebanyak kurang dari Satu Triliyun Rupiah sangat mendukung Implementasi UU No 23 Tahun 2015. Selain siap melaksanakan Undang Undang no 23, daerah ini juga siap melaksanakan penyerahan Personalia, Prasarana Pembiayaan dan Dokumentasi (P3D).
Disisi lain Strategi Pembangunan Nasional pada dimensi pembangunan manusia yang terdiri dari pendidikan, kesehatan, perumahan dan mental/karakter, menurut Asdep Urusan Dikdas, PAUD dan Dikmas, Dr. Femmy Eka Kartika Putri, M.Pi dapat dilakukan dengan ketersediaan dan keterjangauan, sedangkan untuk peningkatan mutup endidikan hendaknya berfokus pada pendidik, kurikulum serta sarana dan prasarana.
Tantangan Dikdas, PAUD dan Dikmas di tahun ini ditegaskan Femmy yakni Meningkatkan akses pendidikan anak usia dini terutama untuk masyarakat miskin; Meningkatkan kompetensi guru, guru pendamping, dan pengasuh PAUD melalui pendidikan danp elatihan; Memperluas pemenuhan standar pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Meningkatkan koordinasi antar sektor dan pemberdayaan peran swasta dalam penyelenggaraan PAUD holistik-integratif.
Sejauh ini Data angka buta huruf di Kota Tanjungpinang tahun 2015 berkisar 0,3 persen , peserta didik yang mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket A padaTahun 2015 adalah 23 siswa dan untuk peserta UNPK Paket B adalah sebanyak 30 siswa. Sedangkan data untuk pemegang KPS adalah hanya 465 keluarga tidak mampu untuk SD dan 445 untuk keluarga yang tidak mampu pada jenjang pendidikan SMP.
Sedangkan untuk peningkatan mutu pendidikan, DinasPendidikan Kota Tanjung Pinang mengubah nomenkelatur untuk peningkatan mutu dengan penambahan satu bidang yaitu Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan (PMPTK).
Siswa Cerdas dan Bertaqwa,
Membangun Pendidikan Maju Bermutu.
Pemerintah Pusat dan Pemda agar Bekerjasama Bersatu Padu.
Pantun visi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjung Pinang untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kota Tanjung Pinang. Visi tersebut juga serig dilontarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda). (Pramono/Vita)
Kategori:
