Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on June 29, 2015

Jakarta, 29 Juni 2015 – Rapat Koordinasi Teknis (rakornis) terkait  persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji 2015 dilaksanakan di Kantor Teknis Urusan Haji (KUH) Jedah pada Minggu 28 Juni 2015.

Rakornis  dihadiri oleh tim monitoring dan evaluasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudyaaan Asisten Deputi  Urusan Bimbingan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan H. Sahlan (foto kanan) dan Asisten Deputi  Urusan Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama H. Iwan Eka Setiawan, Pejabat KUH Dr. Arsyad Hadayat LC dan staf, Ketua Komisi Pengawasan Haji Indonesia (KPHI) KH. Slamet Efendi Yusuf beserta tim yang telah melakukan pengawasan di Arab Saudi.

Tim Monitoring dan evaluasi Kemenko PMK di Arab Saudi untuk berkoordinasi memantau Persiapan Penyelenggaraan Haji 2015 yang telah dipersiapakan secara matang oleh Ditjen PHU Kementerian Agama Republik Indonesia

Pemantauan Tim Monitoring dan evaluasi Kemenko PMK meliputi kesiapan penyelenggaraan Ibadah Haji 2015  di Arab Saudi  pada 4 (empat) aspek yaitu  kesiapan Perumahan atau pemondokan, Katering, Transportasi dan Pelayanan Kesehatan. Secara umum keempat aspek tersebut terkoordinasi dengan baik.

Pejabat teknis I Kantor Urusan Haji (KUH) di Jedah Dr. Arsyad Hidayat dan Ketua Tim Persiapan Perumahan atau pemondokan H. Nasrullah mengatakan bahwa penyediaan perumahan atau pemondokan masih ada sedikit kendala akan segera diselesaikan terutama perhotelan di Wilayah Markaziah – Madinah.

Kendala utama antara lain; Majmuah atau asosiasi perhotelan di Madinah terus menaikan harga hotel yang ada di Markaziah maupun non Markaziah seiring makin dekatnya waktu pelaksanaan Ibadah Haji, sementara dana PAGU yang dimiliki Indonesia sangat rendah di banding harga hotel saat ini.

Dari pihak lain kompetitor pengguna hotel datang dari Negara-negara teluk yang memiliki kemampuan bayar yang jauh lebih tinggi dengan durasi pemakaian hotel lebih pendek sekitar 3-5 hari, sementara untuk keperluan Ibadah Arbain Jamaah Haji Indonesia membutuhkan pemondokan selama 9 hari.

Hingga Minggu 28 Juni 2015 diperkirakan masih ada 24.230 kapasitas pemondokan Jamaah dari 155.200 kuota haji Indonesia yang segera diperjuangkan terkait dengan negosiasi harga hotel di Madinah.

Sedangkan untuk persiapan penyediaan pemondokan Jamaah haji wilayah Makkah sudah selesai dan tersedia sejak satu bulan yang lalu, dan untuk layanan kesehatan Jamaah Haji Indonesia masih dalam penyiapan sarana balai pengobatan Haji yang menempati gedung baru di Madinah. Renovasi perbaikan dan penataan ruang medis dalam gedung insyaAllah akan siap dipakai pertengahan Bulan Juli 2015.

Kesiapan Bandara International baru di Madinah kondisinya representative, siap menjadi Bandara Haji sehingga rencana rute penerbangan gelombang pertama Jamaah haji Indonesia Mendarat di Madinah seluruhnya dapat dilaksanakan.. (sumber: Sahlan & Iwan Eka dari Madinah)

Kategori: