Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on July 02, 2015

Jakarta (02/07)--- Pejabat Kemenko PMK pada 27 Juni 2015 Juni lalu mengunjungi lokasi dampingan rintisan desa inklusi yang menjadi salah satu program Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB). Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenko PMK dan The Asia Fondation.

Kunjungan kerja dua hari ini dilaksanakan oleh Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan kemenko PMK, Wahnarno Hadi, dan didampingi oleh Tim The Asia Foundation. Sejumlah agenda selama kunker kali ini antara lain mengunjungi kantor SIGAB, dilanjutkan dengan meninjau SLB di sekitar desa Sendangtirto, dan mengunjungi balai desa untuk melihat aksesibilitas fisik di balai desa dan diskusi tentang rintisan desa inklusi yang juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, stake holder terkait dan bupati Sleman, Yogyakarta.

“Program desa inklusi ini sudah kami mulai sejak tanggal 1 Juni kemarin dengan melakukan audiensi dan melakukan penilaian awal ke delapan desa seperti Desa Sendangtirto Sleman, Desa Sendangadi Sleman, dan 6 Desa di kecamatan Lendah Kulon Progo. Alhamdulilah program ini sudah mendapat restu dan dukungan oleh pejabat terkait seperti perangkat desa dan kedua bupati baik Sleman maupun Kulon Progo. Bahkan bupati Kulonprogo berpesan agar program desa inklusi ini bisa disinergikan dengan program-program yang lain sehingga inklusi dalam berbagai aspek dapat terwujud secepatnya,” ungkap Joni Yulianto, Direktur SIGAB.

Sementara itu, bupati Sleman Sri Purnomo saat ditemui di balai desa Sendangtirto memaparkan “program ini sangat bagus, saya berharap ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, ketika ini sudah terlaksana dengan baik nanti akan kelihatan desa inklusi yang telah didampingi selama satu setengah tahun ini seperti apa, nanti kalau sudah tahu betul seperti apa prototipenya baru nanti kita bisa kembangkan yang lain. Saya optimis ini akan menjadi sesuatu yang bagus.” (humas/Kedep. VII)