Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on August 18, 2015

Jakarta (18/08)--- Plt. Deputi VII bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan, Agus Sartono (berkacamata), tengah menyimak paparan dari TNI AL selaku penyedia alat angkut pelayaran selama pelaksanaan Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara (Bhakesra) 2015. Siang ini, Kemenko PMK menggelar rapat pleno terkait teknis pelaksanaan kegiatan yang akan menjadi salah satu bagian dari acara puncak Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015 di Kab Parigi Moutong, Sulteng ini bersama dengan K/L, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha.

Ekspedisi Bhakesra 2015 rencananya akan diberangkatkan mulai tanggal 31 Agustus 2015 dan kembali ke Jakarta pada 28 September 2015. Pelayaran sekitar 29 hari itu akan singgah di empat pulau yaitu Muna, Wowoni, Banggai, dan Togean. KRI Banda Aceh 593 sebagai kapal angkut ekspedisi akan singgah dua kali di Pelabuhan Makassar, Sulsel, untuk keperluan bekal ulang dan sandar di Pulau Parigi, Kab Parigi Moutong untuk mengikuti acara puncak Sail Tomini pada 18 September 2015.

Dengan membawa misi menyejahterakan masyarakat di pulau-pulau terpencil, Ekspedisi Bhakesra sebagaimana yang telah lalu juga akan menggelar aneka kegiatan di berbagai pulau yang disinggahi, antara lain pasar murah, edukasi usaha kecil, sosialisasi energi terbarukan dan bantuan penyediaan alat bersih, pengobatan gratis, renovasi sekolah, penukaran uang tidak layak pakai, penelitian tentang potensi sumber daya alam, dan pemberian bantuan berupa bahan pokok rumah tangga serta alat sekolah kepada para siswa.

Dalam arahannya, Plt Deputi VII menyampaikan apresiasinya kepada K/L, organisasi masyarakat, dan dunia usaha yang terlibat dalam kegiatan ini. Dia juga menekankan agar bantuan yang nanti diberikan benar-benar tepat sasaran sehingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat penerima.

"Agar bantuan kita dapat dirasakan manfaatnya oleh saudara-saudara kita di pulau-pulau itu, kita perlu data yang akurat tentang jenis bantuan dan siapa saja penerimanya," kata Agus.

Agus juga menyampaikan arahannya terkait dengan keberlanjutan kegiatan Ekspedisi Bhakesra yang sudah jadi tradisi sejak Kemenko PMK masih bernama Kemenko Kesra ini. "Kalaupun kemudian terus diselenggarakan tiap tahun, kegiatan semacam ini tentu butuh evaluasi yang di dalamnya banyak hal yang menguatkan apakah itu grafis, foto, atau bahkan testimoni baik dari peserta ekspedisi, masyarakat penerima, atau bahkan pemerintah daerah setempat. Semua masukan tentu akan kita tampung, lalu kita kaji lebih lanjut," kata Agus lagi. (IN)