Cipanas, 12 September 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani disela memberikan wejangan dalam rangka pengumuman pemenang Lomba Karya Cipta Seni Pelajar Nasional (LKCSPN) 2015 yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan Cipanas, Jawa Barat, pada Sabtu sore (12/9/2015) mengajak dialog pelajar PAUD yang berusia 4 tahun karena telah berani tampil percaya diri disertai dengan kemampuannya dalam menari.
Dalam sambutannya Menko PMK menjelaskan pihak bahwa LKCSPN 2015 ini merupakan ajang silaturahmi diantara pelajar serta sebagai ajang dalam membetuk karakter yang unggul. "Saat ini pelajar-pelajar kita sedang diserang oleh budaya 'gedget' dimana satu dengan yang lainnya asik dengan hp, laptop atau sejenisnya sehingga lupa dengan teman disebelahnya," jelas Menko PMK.
"Semoga ajang ini bisa menjadi saran komunikasi antar pelajar satu dengan yang lainnya sehingga dapat mempereart jaringan silaturrahmi dan kesetiakawanan antar pelajar." harap Menk PMK.
Selain itu, lanjut Menko PMK, LKCSNP 2015 sebagai sarana bagi pelajar mulai dari tingkat SD dan SMP di Indonesia guna menampilkan kemampuan kreativitas berkesenian secara kompetitif dan sekaligus sebagai upaya mendorong pengembangan karakter generasi muda yang seimbang antara logika, etika dan estetika.
"Oleh karena itu, Saya harapkan agar kegiatan ini tidak hanya sekedar sebuah perlombaan pementasan karya seni yang biasa dinikmati nilai estetikanya, tetapi yang paling penting dalam perlombaan ini terkandung suatu pesan moral dan spiritual yang kontekstual dan relevan yang dapat dijadikan sebagai sebuah media pendidikan dan ajang kreatifitas pelajar dan juga sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk membentuk karakter bangsa." terang Menko PMK.
Menurut Menko PMK dengan adanya LKCSPN 2015 maka kepesertaan dan sportifitasnya para pelajar dalam LKCSPN telah mewujudkan 3 nilai utama Revolusi Mental yaitu integritas, etos kerja dan gotong-royong sebagaimana yang saya amati.
Turut hadir mendampingi Menko PMK, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemdikbud Kacung Marijan serta para pejabat lainnya. (deni)
Kategori: