Parigi Moutong (18/9) -- Pemerintah berkomitmen terus berupaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat kaum marjinal dan dhuafa di tanah air, kali ini di Sulawesi Tengah ,Menko PMK Puan Maharani menyalurkan lebih dari 50 milyar rupiah bantuan dari berbagai kementerian dan lembaga di bawah koordinasi KemenkoPMK. Menko PMK Puan Maharani pada peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Sehat BAZNAS yang diperuntukan layanan kesehatan Kaum Dhuafa Dalam Rangka Ikut mensukseskan Acara Puncak Sail Tomini, mengatakan pada sail kali ini, “Sail Tomini 2015” terdapat program baru, yaitu Program Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Program yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Menko PMK berpesan dalam sambutannya harus siap menerima kedatangan para wisatawan yang datang ke Sulawesi Tengah terutama Parigi Moutong agar menjadi daerah wisata yang maju. Selainsarana dan prasara yang harus disiapkan, tapi kesiapan Sumber daya manusia juga harus disiapkan, salah satunya adalah dengan modal senyum, ramah dalam menerima tamu yang datang. Bantuan ini telah berhasil melibatkan 9 Kementerian/Lembaga dan Badan Amil Zakat turut berperan dalam meningkatkan kualitas SDM di Provinsi Sulawesi Tengah melalui pondok pesantren. Puan berharap ke depan program ini akan mengangkat kualitas SDM dalam hal: 1) peningkatan pendidikan melalui bantuan sarana dan beasiswa santri dan guru, 2) peningkatan kesehatan melalui bantuan sarana Rumah Sehat BAZNAS yang akan membantu pelayanan kesehatan kaum dhua’fa secara gratis, dan 3) peningkatan pendapatan, melalui pendidikan kewirausahaan santri, guru, dan masyarakat sekitar pondok pesantren. Berikut bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pesantren yang diberikan, di antaranya: 1. Bantuan Kementerian Agama bagi 20 pondok pesantren bahari di Propinsi Sulawesi Tengah. Senilai bantuan sekitar Rp. 1,9 Miliar dari total anggaran 5 milyar untuk bantuan pesantren bahari secara nasional; 2. Bantuan teknis pelatihan budi daya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai sebesar Rp. 169 juta. 3. Bantuan teknis dan pelatihan dari Kementerian Pertanian; 4. Bantuan Tempat Praktek Keterampilan Usaha; pelatihan vocational dan bantuan modal dari Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp. 450 juta. 5. Bantuan program pelatihan bagi masyarakat dan kewirusahaan dari Kementerian Ketenagakerjaan sekitar Rp. 1,3 Milyar. 6. Bantuan Kementerian Dalam Negeri berupa kegiatan fasilitasi wawasan kebangsaan guna membantu masyarakat. 7. Bantuan BAZNAS berupa Rumah Sehat BAZNAS yang diperuntukkan bagi kaum dhuafa dan program pelatihan kewirausahaan dengan aplikasi teknologi tepat guna untuk santri dan guru. Total bantuan sebesar Rp. 8 Miliar. 8. Bantuan teknis renovasi gedung pendidikan dari Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah sebesar Rp. 800 juta. 9. Bantuan beasiswa santri dan guru, pelatihan wirausahaha dari Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) sebesar Rp. 700 juta untuk pondok pesantren di Sulawesi Tengah dan bantuan beasiswa dan insentif pondok pesantren di 153 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia sebesar Rp. 41 Milyar. Total keseluruhan bantuan yang berhasil dihimpun program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pondok pesantren kurang lebih sebesar Rp. 57,5 Milyar. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah satu-satunya badan amil zakat yang dibentuk melalui undang-undang, berupaya meningkatkan penyaluran dana zakat umat dalam melayani kebutuhan umat Islam dari golongan dhuafa. Salah satu program unggulan BAZNAS adalah membangun rumah sehat gratis bagi kaum dhuafa. Pembangunan rumah sehat kaum dhuafa ini akan terus dibangun di beberapa provinsi. Salah satunya akan segera dibangun di lahan yang telah disediakan oleh Pemda Kabupaten . Menko Puan Maharani di akhir sambutannya berharap BAZNAS mampu menjadi mitra pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Pembangunan Nasional tidak dapat hanya bertumpu pada Pemerintah Saja. Diperlukan partisipasi dari berbagai kekuatan dan potensi rakyat. Praktek Gotong Royong ini menurut Puan akan memperkuat rkarakter dan jati diri bangsa Indonesia. Dengan semangat gotong royong, akan merekatkan kepercayaan antarwarga, yang berorientasi untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan hilangnya diskriminasi. Serta bantuan ini harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Selain menyerahkan bantuan dan peletakan batu rumah sehat baznas ,di Parigi Moutong sebelumnya Menko Puan juga meresmikan prasasti tugu Parigi Moutong Katulistiwa sebagai rangkaian Sail Tomini besok yang puncaknya akan dihadiri Presiden Joko Widodo (HUMAS)
Kategori: