Jakarta (21/9) -- Proyeksi jumlah penduduk Indonesia tahun 2015 sebanyak kurang lebih 255 juta, menjadi terbesar keempat di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Hal tersebut mengemuka dalam seminar tingkat tinggi isu terkait kependudukan yang disampaikan Menko Puan Maharani di Hotel Borobudur, Jakarta hari ini.
Di depan seminar tingkat tinggi kependudukan yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kepala BKKBN Surya Chandra, UN Resident Coordinator Douglas Broderick dan perwakilan UNFA Jose Ferraris serta pejabat pemerintah pusat, Menko PMK Puan Maharani mengatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia akan bertambah besar jika rata-rata laju pertumbuhan penduduk masih tinggi yaitu 4,5 juta kelahiran bayi per tahun (angka rata-rata 10 tahun terakhir). Laju pertumbuhan penduduk tersebut, apabila tidak dapat dikendalikan maka diperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2035 akan mencapai 450 juta jiwa.
Kondisi ini menuntut pemenuhan pangan, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, perumahan, pekerjaan, dan pemenuhan kualitas kehidupanl ainnya.
Menyikapi hal ini Pemerintah telah menyelesaikan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Tahun 2011 – 2035, melalui koordinasi lintas sektor. Terdapat 3 (tiga) aspek penting yang melatar belakangi, Pertama, kependudukan di Indonesia memasuki fase krusial ditandai dengan perubahan angka kelahiran dan pertumbuhan penduduk yang keduanya cenderung stagnan bahkan meningkat pada beberapa tahun terakhir.
Kedua, kebijakan kependudukan di Indonesia belum menjadi bagian yang integral dan selaras dalam kebijakan pembangunan. Ketiga, dinamika kependudukan di Indonesia mengarah ke fase ”windows of opportunity”, memberikan peluang bonus demografi. Oleh karena itu menurut Menko Puan Maharani perlu Grand Design Pembangunan Kependudukan disusun melalui 5 strategi utama yaitu Pengendalian Kuantitas Penduduk, Peningkatan Kualitas Penduduk, Pembangunan Keluarga, Penataan Persebaran dan Mobilitas Penduduk, serta PenataanAdministrasiKependudukan. Payung hukum yang mengatur arah kebijakan mengenai pembanguan kependudukan. (HUMAS/Foto:ole)
Kategori:
