Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 08, 2015

Jakarta (08/10) -- Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, memberikan sambutan dan arahan sekaligus membuka Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) ke XI dan Indonesia Science Expo (ISE) 2015 di Auditorium LIPI, Jakarta.

Kongres tahunan ini diharapkan akan menghasilkan gagasan-gagasan yang dapat mendukung pembangunan nasional khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk tahun ini, tema yang diangkat adalah Signifikansi dan Kontribusi Ilmu Pengetahuan bagi Indonesia Sejahtera.

Kongres yang berlangsung selama dua hari ini merupakan forum pertemua para ilmuwan Indonesia untuk mendiskusikan khasanah kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia, serta peran sertanya dalam membangun peradaban bangsa. Kegiatan pembukaan kongres ini dihadiri pula oleh Menteri Ristek Dikti, Kepala LIPI, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, ilmuwan-ilmuwan baik Indonesia maupun mancanegara serta 600 orang peserta dari seluruh Indonesia. KIPNAS kali ini akan merumuskan landasan kebijakan pembangunan iptek nasional melalui empat komisi yakni Ilmu Pengetahuan Alam dan Maritim, Ilmu Pengetahuan Tehnik, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan, serta Kesehatan dan Obat.

Mengawali sambutannya di kongres ini, Menko PMK mengatakan bahwa tugas untuk pemerintah juga keluarga adalah bagaimana hidup anak anak bisa seimbang antara mengejar prestasi dengan hidup layak sesuai umurnya. Hidup itu tidak harus berada di dalam ruangan, haarus bersosialisasi dan punya jaringan bagaimana menyatukan pemikiran pemikiran dengan lingkungan diluar lingkungan mereka.

Menko PMK menekankan untuk hasil kongres ini bagaimana supaya peneliti-peneliti ini muncul banyak dan bisa menjadikan Indonesia sejahtera. Karena saat ini peneliti di Indonesia hanya sedikit. Bangsa ini tidak bisa maju kalau hanya banyak program tapi tidak ada sumber daya manusianya. Menko PMK memberikan apresiasi lebih untuk perempuan-perempuan yang bisa memenangkan olimpiade-olimpiade ilmu pengetahuan. Karena selain memiliki fighting spirit yang tinggi juga dapat melalui kompetisi dengan sehat.

Dalam sambutannya, Menko Puan Maharani menyampaikan bahwa bangsa Indonesia dapat belajar dari keberhasilan bangsa dan negara yang memiliki kekuatan ekonomi dan tingkat kemakmuran yang baik, maka kunci keberhasilannya adalah pada penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagaimana mengawal teknologi menjadi tepat sasarn dan kemudian bisa dipergunakan. Inovasi-inovasi yang akan dihasilkan supaya bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan bangsa. Dunia saat ini berada dalam era persaingan global untuk dapat memenangkan kepentingan nasionalnya melalui kekuatan ekonomi, sumber daya alam, sumber energi, sumber daya manusia, dan Iptek. Tidak bisa dipungkiri bahwa keberhasilan peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan Iptek sangat tergantung pada faktor kualitas SDM dan pendanaan. Intinya adalah semua hal bisa dilakukan asal gotong royong, dan fokus terhadap yang dilakukan.

Menko PMK menambahkan bahwa upaya pemerintah dalam mengoptimalkan ketersediaan anggaran riset dan teknologi, yaitu dengan menggabungkan urusan riset dan teknologi dengan urusan pendidikan tinggi. Penggabungan itu adalah untuk memacu perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi. Serta melibatkan dunia usaha dan industri dalam kegiatan riset. Upaya lainnya yang juga sedang di upayakan oleh Pemerintah, dalam pemberdayaan riset dan hasil riset nasional bagi pembangunan ekonomi lmasyarakat adalah dengan membangun Science and Techno Park (STP) di daerah. STP harus memacu pembangunan yang cerdas dan inovatif dengan mengedepankan aspek keberlanjutan atau pembangunan ekonomi masyarakat yang berbasis pengetahuan serta mampu berdaya saing. Pemerintah menargetkan untuk membangun sebanyak 100 STP yang tersebar di berbagai daerah yang diharapkan menjadi rintisan dan percontohan untuk pembangunan STP selanjutnya.

Menko PMK juga berharap ada STP percontohan yang bisa dikunjungi oleh keluarga para peneliti serta masyarakat. Nantinya hasil dari kongres ini akan bersinergi dengan kebijakan pemerintah khususnya pada program Nawacita. (HUMAS/teks: Ihti|Foto :Dwi)

Kategori: