Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on December 04, 2015

Padang, 2-4 Desember 2015. Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental Tingkat Propinsi Sumatra Barat dibuka oleh Sekretaris Daerah (Dr. H. Ali Asmar, MPd). Sebelum acara dibuka disampaikan sambutan Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK RI, Dr. Sujatmiko, MA. menyampaikan bahwa Revolusi Mental adalah merupakan suatu gerakan masif yang dilakukan oleh seluruh masyarakat dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan oleh Bangsa dan Negara agar mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat , dengan demikian GNRM akan menjadi ujung tombak menuju Indonesia baru untuk memenangkan persaingan di era global

Kegiatan koordinasi dan sosialisasi GNRM dengan pemangku kepentingan di daerah dilaksanakan di Propinsi seluruh Indonesia termasuk diantaranya Rapat Koordinasi dan Sosialisasi GNRM Tingkat Propinsi Sumatra Barat dimaksudkan  untuk menyamakan pemahaman di antara para peserta agar semua dapat seiring sejalan melaksanakan GNRM untuk Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan

 Dengan pemahaman yang sama dari  aparat di daerah, diharapkan Pemerintah Propinsi, Kabupaten, dan Kota dapat mengembangkan berbagai program dan kegiatan yang mendukung pelaksanaan GNRM. juga membentuk serta mengoptimalkan gugus tugas yang telah ada

Sejumlah Narasumber hadir dari Pokja Revolusi Mental, Prof. Dr. Hamdi Moeloek dan Staf Ahli Menko PMK Bidang Multikulturalisme dan Resolusi Konflik, Dra. Eka Yulianti, MSc. Serta  ratusan peserta yang merupakan perwakilan dari 19 kabupaten/kota dan 43 SKPD di Propinsi Sumatra Barat.sebagian besar perencana daerah .

Dalam kesempatan ini Sekda Pemprop Sumatra Barat Ali Asmar  mendukung pelaksanaan revolusi mental di lingkungan aparatur daerah. Ali Maskur meminta agar seluruh pengelola/aparatur hendaknya berubah menghadapi  perdagangan bebas Asean mulai 2015, dan revolusi mental sebagai benteng memenangkan pertaruhan melalui penciptaan budaya kerja dan nilai integritas.

Hal senada juga diungkap Narasumber Hamdi Moeloek yang berpandangan bahwa  nilai-nilai, prinsip, dan filosofis revolusi mental dimulai dari perubahan perilaku ke arah yang lebih baik diiringi dengan adanya sistem yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurut Hamdi Moeloek terdapat 3 (tiga) tujuan dari revolusi Mental adalah; pertama: Mengubah cara pandang, pikir, sikap, prilaku, dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia; kedua: Membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimistik dalam menatap masa depan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan besar untuk berprestasi tinggi, produktif, dan berpotensi menjadi bangsa maju dan modern dengan fondasi tiga pilar Trisakti; dan ketiga: Mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian yang kuat melalui pembentukan manusia Indonesia baru.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai lembaga yang ditunjuk oleh Presiden sebagai koordinator pelaksanaan GNRM, berupaya melibatkan semua Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kota, Pemerintah Kabupaten, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama bergabung dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Tiga nilai Revolusi Mental (Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong), dan delapan prinsif revolusi mental (gerakan nasional, menjamin kesungguhan dan keberlanjutan, lintas-sektoral, partisipatif, program pemicu (value attack), ramah pengguna, kehidupan sosial dan moralitas publik, dan dapat diukur) haruslah menjadi budaya kerja semua lapisan masyarakat baik penyelenggara negara yang meliputi eksekutif, yudikatif, dan legislatif maupun masyarakat meliputi keluarga, masyarakat pendidikan, masyarakat dunia usaha, masyarakat media, dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya.

Sementara itu Eka Yulianti menyampaikan perkembangan penyusunan roadmap GNRM dan pembentukan gugus tugas GNRM daerah.

Rakor  diisi dengan  sesi  diskusi kelompok   berthema nilai revolusi mental yaitu kelompok integritas, etos kerja, dan gotong royong. , masing-masing kelompok diidentifikasi best practices yang sudah dilaksanakan dan penyusunan program serta kegiatan ke depat yang terkait dengan revolusi mental.(sumber deputi 6 , humas )