Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on December 08, 2015

Tingkat kesejahteraan rakyat provinsi Aceh berada pada kategori Sejahtera Bawah dan berada di urutan 21 dari 33 Provinsi di tanah air  mengemuka pada Pertemuan FGD Pemanfaatan  Indeks kesejahteraan Rakyat IKRAR di aceh 7 desember 2015.
Kendati dengan kategori Sejahtera Bawah, namun perkembangan IKRAR Provinsi Aceh selama periode 2009- 2014 nilainya meningkat dari 46,39 menjadi 52,55 ,mengacu data BPS secara umum ada kecenderungan  yang meningkat pada semua dimensi IKRAR, Dimensi keadilan  sosial memiliki capaian paling tinggi dibanding dengan dua dimensi lain yakni ekonomi dan demokrasi.
Tingkat  kesejahteraan rakyat dimensi keadilan ekonomi masih berada pada kategori kurang sejahtera  Atas ,sementara untuk dimensi keadilan Demokrasi berada di kategori sejahtera bawah .
Kondisi kesejahteraaj rakyat aceh ini dipengaruhi banyak hal dimensi dan indikator untuk mendapatkan pembobotan nilai.Dalam hal ini Kemenko PMK seperti yang disampaikan Deputi bidang kordinasi Pemberdayaan masyarakat desa dan Kawasan I Nyoman Shuida di Aceh mengemukakqn pentingnya IKRAR Indeks untuk mengukur tingkat Kesejahteraan Rakyat di Indonesia.Dimensi Keadilan sosial menjamin bagaimana kualitas hidup warga, Dimensi Keadilan Ekonomi :menjamin kesempatan berusaha/hak atas pekerjaan serta Dimensi keadilan demokrasi dan tata kelola :menjamin kedaulatan warga dan terpenuhinya layanan dasar .
Manfaat IKRAR diharapkan dapat menjadi dasar acuan dalam perencanaan kebijakan,baik pada tingkat nasional maupun daerah ,dan memantau maupun mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pembangunan serta mengukur keberhasilan pelaksanaan kebijakqn pembangunan,
Pertemuan FGD pemanfaatan IKRAR d aceh merupakan kegiatan deputi 7 secara menyeluruh terus di sosialisasikan di daerah dengan peninjauan ulang IKRAR yanh menjadi pertimbangan yaitu perubahan d tingkat nasional, Perubahan di tingkat Global serta isu lain.
FGD IKRAR di Provinsi Aceh diikuti para perencana komponen kebijakan di  SKPD ,akademisi serta narasumber Kepala Biro Perencanaan ,KLN Kemenko PMK wijaya kusumah , subdit Indikator statistik Direktorat analisis dan Pengembangan statistik BPS ,Riyadi ,dan juga  aliansi untuk pencapaian kesejahteraan dari Strategic Alliance for Prosperity Achievement (SAPA), Eko putranto. (humas/vt)

Kategori: