Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on March 16, 2016

Jakarta, (16/03) - Deputi Bidang Koordinasi  Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), TB. Ahmad Choesni (kiri) bersama Wakil Duta Besar German untuk Indonesia, Mr.Thorsten Hutter (tengah) dan Direktur Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) kantor perwakilan Indonesia Mr. Sergio Grassi (kanan) bersama-sama secara resmi membuka Diskusi Panel Publik tentang konsep negara kesejahteraan dan keadilan sosial di Jakarta, Rabu pagi (16/3).  Diskusi tersebut merupakan bagian dari kerjasama antara Kemenko PMK dengan FES yang ditandatangani pada tanggal 30 Januari 2015.

Choesni, dalam sambutannya mengatakan bahwa lingkup kerjasama MoU Kemenko PMK dengan FES meliputi bidang peningkatan sistem perlindungan sosial dan mendukung reformasi sistem jaminan sosial di Indonesia, peningkatan akses perempuan, pemuda, lanjut usia, dan penyadang cacat (disabilitas) atas kesempatan yang setara serta mempromosikan Indonesia sebagai rujukan bagi negara lain di kawasan maupun tingkat Internasional.

"Salah satu kegiatan kerjasama dimaksud adalah workshop mengenai konsep-konsep negara kesejahteraan (walfare state) dengan pembicara para ahli baik dalam negeri maupun luar negeri," terang Choesni.

Untuk itu, lanjut Choesni, dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait dengan konsep negara kesejahteraan dan sebagai bagian dari rekomendasi implementasi kebijakan sosial di Indonesia, maka diskusi publik tentang negara kesejahteraan di Indonesia dengan mengundang pakar dari dalam dan luar negeri dapat berguna dalam hal berbagai pengalaman terkait dengan karakteristik tiga model negara kesejahteraan.

Dikusi publik kali ini menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten dibidangnya, antara lain, Prof. DR. Thomas Mayer, Ph.D dari Universitas Dortmund, Mulyadi Sumarto, Ph. D, dari Universitas Gajah Mada (UGM), dan Dr. Yudie Latif, Ph. D  Peneliti di Reform Institute serta menjadi pengajar di berbagai universitas dan bertindak sebagai moderator Togap Simangunsong, Asisten Deputi Bidang Jaminan Sosial Kemenko PMK. (deni/humas)