Jakarta, (17/3)--Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono memberikan Keynote Speech pada acara pembukaan Workshop Amil Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) seluruh Indonesia di Kartika Candra Hotel, Jakarta Pusat, Kamis pagi (17/3).
Pada kesempatan ini, Agus Sartono menegaskan bahwa peran zakat sangat penting dalam upaya pemberdayaan umat. Keberadaan lembaga amil zakat yang profesional diharapkan mampu mendukung program pemerintah agar berjalan dengan baik. Salah satunya, program pemberdayaan pondok pesantren.
Program pemberdayaan pondok pesantren, terangnya, diharapkan mampu memberikan perubahan yang signifikan terhadap kondisi perekonomian pesantren, menciptakan para entrepreneur dari lulusan pondok pesantren serta menghilangkan stereotip kurang baik yang ada.
Agus Sartono mengakui bahwa selama ini melalui kerja sama yang terjalin antara pemerintah dan LAZ membuat tugas pemerintah dalam pemberdayaan pondok pesantren akan lebih ringan. Hal ini disebabkan anggaran yang tersedia untuk pemberdayaan pondok pesantren sangat terbatas
"Anggaran untuk pemberdayaan pondok pesantren memang terbatas. dengan bekerjasama secara baik dengan LAZ, tentu akan membuat kerja pemerintah akan lebih ringan," ungkapnya.
YBM BRI merupakan lembaga zakat nasional yang mengelolah dana zakat dari pekerja BRI seluruh Indonesia. Sejak berdiri 2001, lembaga ini terus berupaya menjadi pengelolah zakat infak sedekah (ZIS) terkemuka di Indonesia yang amanah, profesional dan sesuai dengan syariat Islam. Sepanjang tahun 2015, YBM-BRI secara masif memperluas cakupan Integrasi program pemberdayaan berbasis pondok pesantren. Sebanyak 156 pondok pesantren yang tersebar dari Aceh hingga Papua serta melengkapi 53 pondok pesantren binaan angkatan tahun 2014. Sejak 2014, program ini berjalan dengan 4 subprogram yang dijalankan meliputi beasiswa santri, apresiasi pendidik, sarana dan prasarana, dab Badan Usaha Milik Pondok Pesantren (BUMP) dengan total bantuan mencapai 62,5 milyar. (yn/humas)
Kategori:
