Jakarta, 19 Juni – Menko Kesra HR. Agung Laksono hari ini, Kamis (19/6/2014) diagendakan untuk membuka secara resmi Festival Danau Sentani (FDS). Dalam pagelaran ini ada beberapa tari-tarian yang akan ditampilkan, ada gema tifa kemakmuran, ada isosolo, dihargai pertama ada dua rekor muri yang akan di pagelarkan, yaitu lukisan kulit kayu sepanjang 100 dan sempe terbesar.
“Kalau sempe (tempat pembuatan papeda) sudah selesai di buat, nanti tinggal ditampilkan, dan kulit kayu juga sudah siapkan oleh dua pengrajin yaitu Obu Martha Ohee dan Agus Ongge dengan pada hari pertama nanti akanada 100 pengrajin yang akan melukis, nanti kita akan memberikan kesempatan kepada menteri, Gubernur Papua dan Bupati Jayapura untuk ikut ambil bagian dari lukisan tersebut,”kata Hanna Hikoyabi selaku Wakil Ketua FDS.
Selain itu, kata Hanna, ada juga lomba “Molo” (Menyelam) sambil mengisap rokok, dan juga lomba dayung dan perahu hias. Bahkan ada pencatatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) , dalam pembuatan lukisan diatas kulit kayu terpanjang dimana nanti Menko Kesra beserta Gubernur dan Bupati Jayapura juga akan diberikan kesempatan untuk melukis di kulit kayu terpanjang di Indonesia
Minim Anggaran, Festival Danau Sentani Tetap Digelar
Wakil Ketua Festival Danau Sentani (FDS) ke VII, Hanna Hikoyabi mengaku hingga saat ini belum mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Provinsi Papua untuk pelaksanaan FDS pada 19-23 Juli 2014 mendatang.
“Jelang satu hari pelaksanaan FDS, kami belum mendapatkan tambahan dana dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua. Dana yang kami anggarkan tahun ini dari APBD sangat minim yakni Rp. 2,7 Miliar, sedangkan pagu anggaran yang kita sudah masukkan dari Rencana Anggaran Belanja (RAB) Rp. 3,9 Miliar. Dana bantuan dari Provinsi dan Pusat sama sekali belum ada,”kata Hanna Hikoyabi kepada wartawan saat memantau lokasi FDS, Rabu (18/6/2014).
Menurut Hanna tidak adanya dukungan dana dari pemerintah pusat dan provinsi Papua menjadi kendala, sebab dari pengalaman FDS tahun lalu, rata-rata FDS menelan dana lebih dari Rp. 2,7 M. Untuk pelaksanaan FDS tahun lalu.Kata Hanna, dana yang dianggarkan sebesar Rp. 3 miliar lebih, namun demikian meskipun dana yang ini baru Rp. 2,7 miliar, pihaknya berjanji akan berupaya semaksimal mungkin menggunakan dana tersebut dan tetap akan memberikan penampilan terbaik pada ajang FDS VII tahun 2014.
“Dana yang minim ini bukan menjadi alasan bagi kami tidak dapat maksimal melaksanakan FDS, tersebut, sehingga dana tersebut bisa berguna dan memberikan nilai lebih pada pelaksanaan FDS VII tahun ini,” kata Hanna Hikoyabi, sebagaimana dilansir laman Sorotnews.com.
Ketika disinggung terkait dengan kesiapan panitia dalam menghadapi perhelatan Nasional tahunan di Kabupaten Jayapura ini, menurut Hanna, pihaknya optimis dan menyatakan kesiapan panitia dalam menyelenggarakan FDS VII tahun 2014, dimana dalam event ini nantinya akan banyak di tampilkan berbagi macam kesenian yang ada di Kabupaten Jayapura yang di klaim berbeda dengan apa yang sudah ditampilkan dalam FDS sebelumnya. .(Sn/Gs)
Kategori: