Sape, (05/05)- Revolusi mental sebenarnya tidaklah susah karena sebenarnya tanpa disadari hal itu sudah kerap kali kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya kesadaran warga akan pentingnya kesehatan yang makin meningkat. Revolusi mental dapat dimulai dengan upaya memperbaiki diri.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Kawasan Khusus, Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) saat pelaksanaan sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental bagi generasi muda dan warga Bajo Pulo dan Kecamatan Sape di balai desa Bajo Pulo Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
"Revolusi mental sebenarnya tidaklah sesusah yg kita bayangkan. Ini merupakan upaya yang bisa dimulai dengan memberbaiki diri sendiri. Saya lihat warga di sini tingkat kesadaran kesehatanya sudah sangat baik," ungkapnya.
Saat ini memang sudah banyak nilai luhur yang hilang dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, terangnya, melalui gerakan Revolusi Mental ini diharapkan dapat mengembalikan dan meningkatkanya. Nilai-nilai yang harus dikembangkan di masyarakat dalam Revolusi Mental yakni integritas, beretos kerja, dan bergotong royong. Integritas artinya dalam setiap langkah dan kegiatan harus jujur, dapat dipercaya, bertanggung jawab atau akuntabel, dan konsisten.
"Kita sering kali kurang disiplin. Kebiasaan yang sudah baik kadang juga kita tinggalkan," ujarnya.
Nilai lainya adalah beretos kerja, Beretos kerja artinya kerja keras, bersemangat kerja, selalu optimistis, menguatkan daya saing, berinovasi, dan terus produktif. Tidak ada lagi kata bermalas malasan, bersantai-santai.
"Kalo orang lain bisa, kita juga harus bisa. Di sinilah pentingnya nilai beretos kerja," tegasnya.
Nilai lain yang harus digalakkan dan dikembangkan yakni bergotong royong. Ini artinya setiap orang tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Harus ada kerjasama, solidaritas, dan saling tolong menolong. Setiap individu juga harus memiliki kepekaan terhadap kepentingan umum dan berbuat baik bagi semua pihak. "Kita harus kerjasama, solidaritas, tolong menolong. Setiap orang harus punya kepekaan terhadap terhadap kepentingan umum serta berbuat untuk kebaikan semua pihak,"jelasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diisi pula dengan dialog dengan para warga. Selain itu, juga menjadi forum penggalian potensi yang dimiliki oleh setiap warga Bajo Pulau dan Sape yang hadir. *
Kategori:
