Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on June 20, 2014

Jakarta, 20 Juni – Menko Kesra HR. Agung Laksono, mengingatkan jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari niat mulia Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Pemrov Jatim terkait penutupan lokalisasi Dolly.

Menurut Menko Kesra, aksi penolakan penutupan Dolly yang dilakukan warga sekitar jangan dilihat dari sisi komersial atau keuntungan materi semata. Namun, juga harus memikirkan masa depan perempuan yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) dan anak-anak yang tinggal di daerah lokalisasi.

"Saya mendengar yang menolak itu justru mucikari dan pedagang minuman keras," kata Agung melalui pesan singkat yang diterima reporter suarasurabaya.net, Rabu, (18/6/2014) sekitar pukul 08.45 WIB.

Ia menganggap, keputusan Walikota Surabaya dan Gubernur Jatim dinilai cukup bijak dan telah membuat perhitungan yang cukup matang dengan ditutupnya Dolly.

Sementara itu, PSK yang akan diselamatkan dari lokalisasi, sudah diberi keterampilan dan modal usaha, untuk menapaki kehidupan baru.

"Kita akan bersalah kalau membiarkan trafiking di lokalisasi terus berlanjut.
Mari kita selamatkan sudara-sudara kita di lokalisasi Dolly dan di tempat lain," kata Menko Kesra.

Selain itu, ia berpesan, jangan sampai terkjadi benturan fisik, dalam penutupan Dolly. Ia juga menugaskan Mensos untuk menghadiri penutupan Dolly hari ini. (Ssn/Gs)

Jakarta, 20 Juni – Menko Kesra HR. Agung Laksono, mengingatkan jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari niat mulia Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Pemrov Jatim terkait penutupan lokalisasi Dolly.

Menurut Menko Kesra, aksi penolakan penutupan Dolly yang dilakukan warga sekitar jangan dilihat dari sisi komersial atau keuntungan materi semata. Namun, juga harus memikirkan masa depan perempuan yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) dan anak-anak yang tinggal di daerah lokalisasi.

"Saya mendengar yang menolak itu justru mucikari dan pedagang minuman keras," kata Agung melalui pesan singkat yang diterima reporter suarasurabaya.net, Rabu, (18/6/2014) sekitar pukul 08.45 WIB.

Ia menganggap, keputusan Walikota Surabaya dan Gubernur Jatim dinilai cukup bijak dan telah membuat perhitungan yang cukup matang dengan ditutupnya Dolly.

Sementara itu, PSK yang akan diselamatkan dari lokalisasi, sudah diberi keterampilan dan modal usaha, untuk menapaki kehidupan baru.

"Kita akan bersalah kalau membiarkan trafiking di lokalisasi terus berlanjut.
Mari kita selamatkan sudara-sudara kita di lokalisasi Dolly dan di tempat lain," kata Menko Kesra.

Selain itu, ia berpesan, jangan sampai terkjadi benturan fisik, dalam penutupan Dolly. Ia juga menugaskan Mensos untuk menghadiri penutupan Dolly hari ini. (Ssn/Gs)

Kategori: