Jakarta, (03/08)-Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Kerawanan Sosial Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni, memimpin pada Rapat Koordinasi Tikor Raskin Pusat siang tadi di ruang rapat lt.6 kantor kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat.
Rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Beras Miskin (raskin)/Beras Sejahtera (rasrta) semester I TA 2016 dan persiapan bantuan pangan 2017. Choesni membuka rapat ini dengan pembahasan capaian pemerintah tentang saluran raskin 2016 yang hingga 30 juni 2016 baru mencapai 1,48 ton atau setara dengan 52,98 persen. “saat ini penyaluran raskin masih di bawah rata-rata nasional," papar choesni.
Perwakilan dari Perum Bulog memaparkan bahwa berdasarkan inpres no.5 tahun 2016 tentang Penyaluran Raskin ke berbagai provinsi, dari januari hingga juli 2016 sudah mencapai 90 persen. Daerah yang masih terkendala raskin antara lain Kab Malinau, Kaltara; Kab Belu, NTT; dan Kab Maluku Barat, Maluku.
Sementara TNP2K menambahkan, untuk rekomendasi pagu 2017, berdasarkan program pemerintah, Raskin/Rastra akan di berikan secara non tunai. Rekomendasi jumlah sasaran adalah 16 juta rumah tangga dan disusun berdasarkan data terpadu penanganan fakir miskin. Tujuan dari program ini sendiri adalah untuk menanggulangi kemeskinan dan mengurangi ketimpangan sosial. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari kementerian perekonomian, kementerian dalam negeri, Bappenas, TNP2K, dan perum BULOG.
Editor : Siti Badriah
Reporter : Arfina
Fotografer : Tri Wahyu S