Jakarta (13/09) --- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, pada sabtu (10/9) menghadiri syukuran 50 Tahun PT Kalbe Farma salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara
Dalam sambutan Syukuran tersebut, Menko PMK menyampaikan apresiasi yang tinggi bagi PT Kalbe Farma karena yang telah berkontribusi dalam membangun drajat kualitas kesehatan rakyat Indonesia dengan inovasi produk-produk kesehatan yang unggul, berkualitas serta kapasitas produksi yang besar.
“Teruslah berkontribusi dalam upaya kita bersama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Berperan dalam mendukung pencapaian pembangunan manusia Indonesia yang berkarakter dan sehat,” harap Menko PMK.
Menko PMK juga menyampaikan, bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia dalam bidang kesehatan adalah semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan obat yang berkualitas, terutama sejak diberlakukannnya universal coverage untuk jaminan kesehatan. Tantangan lainnya adalah maraknya peredaran obat palsu dan ilegal yang mencapai sekitar 7% dari total peredaran obat di Indonesia.
Untuk menjawab tantangan tersebut, lanjut Menko PMK, Indonesia perlu memiliki kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan. Oleh karenanya, pemerintah telah menerbitkan Inpres No. 6 Tahun 2016 tentang percepatan pengembangan indsutri farmasi dan alat kesehatan.
“Inpres tersebut bertujuan menjamin ketersediaan farmasi dan alat kesehatan sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional dan kemandirian di bidang kesehatan,” jelas Menko PMK.
Menurut Menko PMK, dalam membangun kemandirian dibidang farmasi, korporasi dalam hal ini PT Kalbe Farma diharapkan dapat berperan aktif dan bekerja sama dengan lembaga penelitian untuk melakukan riset pengembanganbahan baku obat serta memberi kontribusi dalam temuan-temuan terbaru dibidang kesehatan dan farmasi. Sehingga dapat mengurangi impor bahan baku obat yang masih tinggi di Indonesia.
“Di negara-negara maju, industri farmasi mengalokasikan sekitar 30% kegiatannya untuk riset dan pengembangan. Namun kita sadar bahwa riset dan pengembangan membutuhkan sumberdaya manusia yang kuat. Oleh karenanya, saya juga mendorong PT Kalbe Farma untuk terus semakin berperan dalam pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia di Indonesia, khususnya di bidang farmasi,”harap Menko PMK.
Sementara itu, untuk memerangi peredaran obat palsu dan ilegal, pemerintah melalui Kemenko PMK telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, penegak hukum, pelaku kesehatan, media dan masyarakat. “Upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan agar penggunaan obat oleh masyarakat terjamin kualitasnya,” terang Menko PMK.
Reporter : Deni Adam Malik
Fotografer : Ponco Suharyanto
Editor : Siti Badriah
Kategori: