Tangerang Selatan (21/09) - Pembangunan Indonesia memerlukan inovasi, sebagai tulang punggung industri dan untuk terciptanya ekonomi berbasis pengetahuan. Oleh karenanya, teknologi dan Inovasi, sekali lagi, harus menjadi bagian hidup kita sehingga kita bisa memperoleh nilai tambah dari keseharian kita, dan dari situlah ekonomi bangsa akan berkembang.
Demikian yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat membuka “Tanggerang Selatan Global Innovation Forum” (TGIF) dan “Tangerang Selatan Hi-Tech Fair 2016” di Auditorium Graha Widya Bhakti, Komplek Puspitek, Tanggerang Selatan, Banten.
Bagi Indonesia, Lanjut Menko PMK, teknologi dan inovasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan bahkan telah menjadi faktor penggerak pembangunan. Untuk itu kita tidak dapat lagi bertumpu pada sumberdaya alam (resource driven) yang akan habis jika dikonsumsi secara terus-menerus tetapi harus dapat melakukan terobosan dimana teknologi dan inovasi menjadi motor penggerak pembangunan (innovation driven) yang dapat berdampak pada keberlanjutan pembangunan (sustainable development).
“Saya sangat mengepresiasikan tema yang diangkat dalam kegitan ini, yaitu Innavation for Sustainable Development. Tema ini sangat relevan dengan prinsip-prinsip Sustainanble Development Goal’s (SDGs), agenda pembangunan yang telah diadopsi oleh 193 negara-negara di dunia termasuk Indonesia,” kata Menko PMK.
Menurut Menko PMK, Inovasi sejatinya tidak harus melanggar prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan mengorbankan lingkungan. Kami berpandangan, inovasi justru harus mendukung dan sejalan dengan upaya menjaga dan memelihara keberlangsungan hidup, harmonis dengan alam, efisien dalam penggunaan energi dan air, meminimalisir pencemaran, dan seterusnya.
"Dibeberapa negara air itu sudah menjadi hal yang langka, begitupula udara yang bersih susah didapat. Karenanya inovasi ramah lingkungan harus terus di dorong," jelas Puan.
Terkait dengan Inovasi, pemerintah telah mendorong kolaborasi antara unsur akademisi, dunia dan pelaku usaha, komunitas masyarakat serta pemerintah sendiri dalam melakukan inovasi, khususnya dalam bidang-bidang prioritas: (1) Pangan; (2) Energi baru dan terbarukan; (3) Kesehatan dan obat; (4) teknologi informasi dan komunikasi; (5) Transportasi; (6) pertahanan dan keamanan; (7) material maju; serta (8) maritim.
Menurut Menko PMK, pemerintah mendorong tidak saja dalam proses di penelitian dan pengembangan, namun hingga proses hilir: komersialisasi teknologi. Bahkan pembanguna Science&Teknologi Park diberbagai wilayah di Indonesia adalah bentuk dorongan pemerintah terhadap inovasi.
“Saya berharap Forum Tangerang Selatan Global Innovation Forum 2016 menjadi ajang untuk saling bertukar fikiran dan sharing pengalaman dari berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk dalam soal-soal yang berkaitan dengan STP,” kata Menko PMK.
Diakhir sambutannya, Menko PMK, mengajak seluruh peserta TGIF untuk bergotong royong dalam membangun dunia yang berperadaban teknologi agar dunia menjadi lebih baik lagi.
Selesai memberikan sambutan, Menko PMK membuka secara resmi kegiatan TGIF serta membuka dan meninjau lokasi pameran inovasi teknologi 2016.
Hadir dalam pembukaan TGIF Menristek Dikti, M. Natsir; Menpan RB, Asman Abdur; Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany; Major Daejeon Metropolitan City, Kwon Sun-Taik; Perwakilan UNESCO di Indonesia, Shahbaz Khan serta para peserta dari berbagai negara yang terdiri dari unsur akademis, peneliti, LSM, pemerintah, dan sebagainya.
Kategori:
