Jakarta (10/11)--- Masih banyaknya kendala dalam upaya menciptakan sistem dan lembaga baik pendidikan maupun pelatihan vokasi, nyatanya belum diimbangi dengan kesiapan pendidikan dan pelatihan vokasi yang ada selama ini. Kendala tidak berhenti hanya pada masalah sarana dan prasarana tetapi juga sistem yang mumpuni untuk dapat mendukung terciptanya suatu lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi yang ideal. Agar tidak hanya mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dalam negeri, seiring mulai banyaknya investor tetapi juga mampu bersaing dan handal sesuai dinamika pasar kerja global.
Upaya revitalisasi bagi pendidikan dan pelatihan vokasi di tanah air dianggap mendesak dan dalam setahun terakhir ini terus diupayakan pemerintah. Menko PMK, Puan Maharani, siang menghadiri rakor sekaligus menyampaikan paparannya terkait revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Paparan Menko PMK lebih lanjut akan terfokus pada penajaman upaya revitalisasi tersebut.
Sejauh ini, melalui Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian (KSP) Kemenko PMK, telah menyusun sejumlah strategi revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi yang berasal dari kementerian teknis seperti kemdikbud, Kemristekdikti, Kemenpar, Kemenag,Kemnaker Kemperin, dan sebagainya. Isu-isu strategis yang disampaikan Menko PMK dalam rakor tingkat menteri hari ini antara lain sinkronisasi, revitalisasi, pendidikan vokasi melalui program-program di K/L, penajaman program studi dan kerjasama dengan industri.
“Pendidikan vokasional saat ini berjalan sesuai dengan arahan presiden , dengan adanya pelatihan vokasi diharapkan tenaga kerja dapat berkompetensi dalam MEA” Ujar Menko PMK
Rakor Tingkat Menteri hari ini akan ditindaklanjuti melalui K/L terkait. Hadir pula dalam rakor ini Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian, Menteri Tenaga Kerja dan beberapa perwakilan K/L terkait.
Kategori:
