Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on February 13, 2017

Bitung (13/02)--- Pasca terjadinya banjir yang melanda empat kecamatan di Kota Bitung Minggu sore kemarin, Menko PMK, Puan Maharani, yang tengah menyelesaikan kunjungan kerja dua harinya di Kota Manado, pagi tadi menunda kepulanganny ke Jakarta lalu bergerak menuju Kota Bitung untuk meninjau langsung lokasi dan korban akibat banjir bandang dan tanah longsor itu.

Menko PMK yang didampingi oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, diterima langsung oleh Walikota Bitung, Max J Lomban di lokasi penyerahan bantuan yaitu di SD Katolik Santa Andreas, Tandurusa, Kec Aertembaga, Kota Bitung. Menko PMK diketahui menyerahkan bantuan berupa kasur (500), selimut (1000 L), alkon (10 unit), genset (10 unit), tong air (10), karung (1000 L), tikar (100), cangkul (15), sekop pasir (15), beras dan ikan kaleng (1 ton), dan dana segar untuk BPBD (Rp200 juta)

Walikota Bitung dalam laporannya menyampaikan bahwa korban hilang sebenarnya bukan karena korban banjir bandang tetapi karena melaut dan belum juga pulang hingga kini. Tim SAR  juga tengah melakukan pencarian.”Korban banjir bandang hanya dua yang luka berat dan sedang kami tangani,” kata Max lagi. 

Menko PMK juga mengawali tinjauannya dengan berinteraksi kepada korban yang sedang mengungsi. “Saya hadir di sini mewakili pemerintah untuk memberikan bantuan. Mungkin jumlahnya belum seperti yang diharapkan tetapi inilah bentuk simpati kami kepada masyarakat yang sedang terkena musibah. Jangan kembali ke rumah dulu karena situasi masih belum aman. Bantuan alat berat akan segera dikerahkan, kebutuhan makan juga akan dipastikan tercukupi,” tandas Menko PMK. “Sekolah memang diliburkan tetapi proses belajar mengajar harus terus berlangsung, berhenti sementara saja. Yang penting keamanan diri dan keluarga dulu demi untuk menghindari kalau sewaktu-waktu ada banjir susulan.” (IN)