Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on June 30, 2014

Sawahlunto (25/06) -- Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko Kesra RI, Sujana Royat memberikan arahan sebelum melaunching PNPM Pusaka di Museum Gudang Ransoem kota Sawahlunto, Selasa (24/6) malam.

Sujana mengaku kagum dengan sejarah dan budaya serta berbagai keunikan yang ada di kota Sawahlunto. Dalam kesempatan tersebut, Sujana juga berjanji akan mendukung dan membantu kota ini menuju kota pusaka.

“Indonesia bisa bersatu karena adanya adat dan budaya. Untuk itu, harus dimulai dari seluruh  stakeholder. Tidak ada lagi perbedaan suku, agama dan golongan,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia sangat kaya  dengan pusaka, jika tak dilestarikan maka akan hancur. Untuk itu perlu adanya perhatian yang serius.

Sementara itu, pelaksanaan PNPM Mandiri yang telah dimulai sejak tahun 2007 dan di rencanakan akan selesai pada tahun 2014 ini, dinilai cukup efektif dalam menanggulangi kemiskinan di negeri ini.

Diharapkan, PNPM Pusaka sebagai generasi baru dari PNPM Mandiri ini mampu mendorong kelompok-kelompok masyarakat peminat kebudayaan lokal untuk mencintai dan melestarikan serta mengimplementasikan budaya, adat istiadat, kuliner, seni dan tata krama budaya lokal.

“Sawahlunto merupakan daerah unik yang memiliki bermacam etnis, yang tentunya banyak pula budaya dan kesenian yang berkembang dan membaur membentuk sebuah warna baru. Saya lihat Sawahlunto multi etnis,  multi budaya dan banyak bangunan pusaka yang harus di lestarikan,” ujar Sujana.

Dalam kunjungan ke kota ini, rombongan tersebut dijadwalkan akan mengunjungi kampung produktif Luak Badai serta pengrajin songket Silungkang. (wartaandalas/fik)