Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on March 01, 2017

Jakarta (1/3) – Deputi Koordinator Bidang Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Agus Sartono memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Ujian Nasional Tahun 2017. Rakor merupakan bentuk koordinasi, singkronisasi dan pengendalian (KSP) Kemenko PMK, guna memastikan kesiapan pelaksanaan ujian nasional 2017 berjalan dengan baik dan sesuai jadwal.  Rakor ini dihadiri pula oleh Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Erika Budiarti Laconi, Staf Ahli Bidang SDGs Kemenko PMK, Ghafur Akbar Dharma Putra, perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama.

Erika Budiarti Laconi, melaporkan, mulai tahun ini akan mulai dilaksanakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) karena standard kompetensi guru di Indonesia saat ini sudah memadai dan guru dinilai punya wewenang untuk melakukan penilaian terhadap anak didiknya. Tidak semua mata pelajaran nantinya akan di-USBN-kan. Beberapa mata pelajaran akan tetap dilaksanakan melalui ujian sekolah seperti yang selama ini sudah berjalan dari tahun ke tahun. Dilaporkan pula bahwa USBN ini tidak berlaku bagi pendidikan kesetaraan.

Soal ujian nasional 2017 nantinya tetap akan dikoordinasikan oleh Pemerintah. Sedangkan USBN, sebanyak 20-25% kisi-kisi dan soal ujiannya direncanakan akan dikoordinasikan oleh Pemerintah, sementara 70-80%-nya akan dibuat oleh guru melalui koordinasi musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Mulai tahun ini, ujian nasional perbaikan pun direncanakan akan ditiadakan.

Dilaporkan pula oleh BNSP, ujian nasional 2017 akan menggunakan metode ujian nasional berbasis kmputer (UNBK). Dan saat ini, sebanyak 3.8 juta siswa dari 30.000 sekolah di seluruh Indonesia dinyatakan siap mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Meskipun ujian nasional 2017 sudah berjalan 85-90%, namun tetap harus kita kawal”, ujar Prof. Dr. R. Agus Sartono, MBA. (olv)

Kategori: