Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on March 02, 2017

Jakarta (02/03)--- Upacara penyambutan langsung khadimul Haraman Al-Syarifain, Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, siang kemarin (1/03) oleh Presiden Joko Widodo memang berjalan singkat. Padatnya acara, membuat kunjungan kehormatan yang memiliki arti tersendiri bagi Bangsa Indonesia ini, membuat rombongan Tamu Negara asal Arab Saudi itu harus segera bergegas menuju Istana Bogor untuk penyambutan kenegaraan.

Jajaran menteri dan pimpinan lembaga negara di bawah komando Presdiden Joko Widodo saling berjabat tangan kepada Raja Salman usai acara penyambutan. Namun, saat tiba Menko PMK, Puan Maharani, untuk bersalaman, Raja Salman yang diberitahu oleh Penerjemahnya langsung menyampaikan sesuatu dan jadilah momen itu berlangsung sedikit lebih lama dibandingkan menteri yang lain. Sang Penerjemah sang Raja pun menjelaskan kembali apa perkataan Raja Salman kepada Menko PMK dan direspon dengan anggukan kepala berulang kali. Momen pembicaraan yang sempat terpotong beberaapa saat itu lalu berlanjut setelah Raja Salman memanggil kembali Menko PMK usai menyalami satu-satu jajaran pendamping Presiden Joko Widodo.  

Menko PMK dalam penuturannya mengungkapkan bahwa Raja Salman menanyakan tentang cucu Bung Karno. Menurut Sang Raja, kenangan saat Bung Karno berkunjung ke Arab Saudi ketika itu sangat membekas di hatinya. Raja Salman hadir mendampingi alm. Ayahnya yang tengah berkuasa saat itu untuk menyambut Sang Proklamator. Raja Salman amat terkesan dengan panggilan “Saudara-saudara” Bung Karno setiap kali berbincang. Maka, bertemu kembali dengan keturunan Bung Karno jadi mengingatkan Sang Raja kembali akan kenangan itu. “Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu langsung dgn Raja Salman, sebagai cucu Sukarno, The Founding Father Indonesia..” ungkap Menko PMK lagi.

Kunjungan kenegaraan balasan Raja Salman ini merupakan hasil kunjungan kenegaraan serupa Presiden Joko Widodo di tahun 2015 lalu. Setelah 47 tahun berlalu, kunjungan Raja Salman ini jadi momen bersejarah tersendiri. Betapa tidak, Raja Arab Saudi terakhir berkunjung di tahun 1970 tepatnya pada 10 Juni 1970 dan disambut langsung oleh Presiden Soeharto kala itu di Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat.

Agenda Raja Arab Saudi yang bergelar “Penjaga Dua Kota Suci” itu selama kunjungannya antara lain: di hari pertama, melakukan pembicaraan bilateral yang berujung pada Penandatanganan Nota Kesepahaman kedua negara; Pemberian Gelar Kehormatan kepada Raja Salman oleh Presiden Joko Widodo atas nama Rakyat indonesia. Di hari kedua, Rombongan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi berkesempatan menyampaikan pidatonya di DPR RI; mengunjungi Masjid Istiqlal; lalu bertemu dengan para tokoh agama di Istana Negara; dan malam harinya menghadiri jamuan makan malam oleh Wapres Jusuf Kalla. Pada hari ketiga, Raja Salman akan bertemu kembali dengan para tokoh agama di Istana Negara dengan Presiden Joko Widodo, lalu bergerak menuju Pulau Dewata untuk berlibur hingga Kamis mendatang. 

Kategori: