Tangerang Selatan (10/04) – Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono, mewakili Menko PMK, Puan Maharani, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Seminar Wisuda Periode I di Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pagi tadi.
Dalam sambutannya, Menko PMK mengatakan bahwa Universitas Terbuka (UT) merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dibangun atas dasar semangat untuk melayani pendidikan tinggi dengan jangkauan seluas-luasnya. UT dirancang menjadi PTN terbuka dengan sistem pembelajaran jarak jauh sehingga mampu menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bersifat inklusif dan menghilangkan kendala jarak, waktu, usia, latar belakang sosial ekonomi masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Pembangunan Nasional ke depan, berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dicapai melalui percepatan pembangunan nasional serta sumber daya yang produktif. Saat ini, kualitas sumber daya manusia di Indonesia, apabila dilihat dari tingkat pendidikan tenaga kerja, 65 persen pekerja Indonesia berpendidikan SMP ke bawah, sekitar 25 persen pekerja Indonesia berpendidikan menengah dan hanya kurang dari 10 persen pekerja berpendidikan tinggi. Penyiapan tenaga kerja Indonesia yang berkualitas, selain untuk menjadi tenaga utama dalam pembangunan nasional, juga untuk menghadapi persaingan di era globalisasi. Sebagaimana diketahui bahwa dalam era globalisasi terdapat lima macam elemen arus bebas, yakni investasi, barang,jasa, modal dan tenaga kerja terampil.
“Kita patut berbangga dengan peran strategis UT, karena UT telah meluluskan 1,5 juta mahasiwa dimana 75 persen di antaranya adalah para guru PAUD, SD, SMP dan SMA di seluruh Indonesia. Saat ini, jumlah mahasiswa UT hampir 300 ribu orang. Bahkan sekitar 1500 orang tenaga Indonesia di Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, honkong , Arab Saudi dan di beberapa neara lainya sedang menempuh pendidikan di UT,” papar Menko PMK.
Di akhir sambutanya, Menko PMK berpesan kepada para maasiswa agar jangan berhenti belajar, tingkatkan terus kapasitas yang telah diperoleh saat ini. Kemajuan ilmu pengetauan, teknologi dan perkembangan praktik-praktik dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya juga sangat dinamis, sehingga menuntut kita semua untuk selalu siap menghadapi perubahan, perkembangan dan persainan. Indonesia membutukan saudara (mahasiswa) dalam membangun kemajuan Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian berlandaskan pancasila. (gun)
Kategori: