Jakarta (10/07)--- Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo, pagi tadi membuka dan memimpin Rakor Tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di ruang rapat utama lt 7, gedung Kemenko PMK, Jakarta. Inpres No. 1 Tahun 2017 tentang GERMAS menjelaskan bahwa masing-masing Kementerian dan Lembaga harus mengintruksikan kepada seluruh karyawannya melakukan peregangan otot setiap pkl. 10 pagi dan tiga sore. GERMAS juga mendorong gaya hidup sehat lainnya seperti agar memperbanyak makan buah dan sayur, melakukan aktifitas fisik serta mengecek kesehatan. Pokja GERMAS sejauh ini juga sudah melakukan sosialisasi mulai dai tingkat nasional, para pejabat eselon hingga staf yang paling bawah.
Hadir dalam rakor ini perwakilan Humas dan Pusat Informasi Kementerian dan Lembaga seperti Kemhan, Kemdagri, Kemkes, Kemhub, Kemsos, Kemdikbud, Kemdag, Kemperin, BPKP, Kominfo dan perwakilan K/L lainnya.
Menurut Sigit dalam pengantar rakor, faktor yang mempengaruhi masyarakat sering sakit d iantaranya faktor perilaku dan lingkungan. Ada sekitar 26,1 persen kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan masyarakat; 93,5 persen usia lebih dari 10 tahun kurang mengkonsumsi buah dan sayur; 36,3 persen usia lebih dari 15 tahun yang merokok dan perempuan juga usia lebih dari 10 tahun yang merokok sebesar 1,9 persen; serta 4,6 persen usia lebih dari 10 tahun mengkonsumsi minuman berakohol.
“GERMAS itu tidak mahal, kita hanya perlu melakukan aktifitas fisik seperti olahraga, makan buah dan sayur serta mengecek kesehatan seperti mengukur tekanan darah,” Ujar Sigit. Sigit melanjutkan sehat itu bukan hanya milik Kementerian Kesehatan saja tetapi milik semua orang, untuk itu msayarakat diharapkan dapat mengurangi konsumsi gula, garam,lemak dan makanan instan yang kadarnya tinggi.
“Saya ingin masukan peran Bapak/Ibu sekalian dalam konteks kesehatan ada program 100 persen air bersih, daerah kumuh dan sanitasi bersih ditambah lagi aktifitas fisik, makan buah dan sayur serta cek kesehatan agar menjadi paket yang komplit dalam menjalankan Germas agar kedepannya masyarakat kita menjadi sehat dan dapat disosialisasikan juga di Daerah,” tutup Sigit.
Bappenas dalam paparannya menambahkan bahwa GERMAS ini sudah dibicarakan sejak tahun 2015, Indonesia mengalami perubahan-perubahan kecenderungan yang ada. Di bawah tahun 2000, sekitar 49 persen penyakit di Indonesia lebih kepada penyakit menular, kemudian di tahun 2010 meningkat menjadi penyakit tidak menular yang jumlahnya menjadi hingga 57 persen di tahun 2015. Penyebabnya adalah Masyarakat Indonesia suka mengkonsumsi minuman berpengawet dengan kadar gula tinggi dan juga makan cepat saji yang mengandung lemak jahat dan dapat memicu penyakit diabetes; merokok; dan kurangnya aktifitas fisik. Program Bappenas yaitu 1000 hari pertama kehidupan sangat berpengaruh pada otak, pertumbuhan dan sistem imun tubuh, gizi menjadi sangat penting yang harus diasup oleh anak usia dua tahun yang sudah terbentuk. Diharapkan bahwa ibu hamil mengkonsumsi makanan yang sehat guna terbentuknya anak yang sehat. (ris)
Kategori: