Jakarta (20/07)-- Asisten Deputi (Asdep) Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kemenko PMK , Aris Darmansyah, pagi ini memimpin rapat koordinasi (rakor) guna membahas perluasan akses pendidikan melalui pemberdayaan zakat. Rakor yang diselenggarakan di ruang rapat lantai 3 Kemenko PMK ini, dihadiri oleh perwakilan dari Kemenag, Perwakilan beberapa Universitas dan Politeknik Negeri, serta perwakilan beberapa Lembaga Amil Zakat di Indonesia.
Dalam pengantarnya, Aris menjelaskan Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya meningkatkan daya saing dengan mendorong jumlah lulusan pendidikan tinggi vokasi yang profesional dan bersertifikasi. Upaya ini dapat berhasil apabila angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia juga meningkat. Melalui pemanfaatan dana zakat yang tersedia terutama di bidang pendidikan, diharapkan dapat mendorong perluasan akses pendidikan tinggi bagi siswa/siswi khususnya para Tahfidzul Quran yang berprestasi. "Pemanfaatan zakat di bidang pendidikan ini dapat dioptimalkan melalui pemberian beasiswa kepada para tahfidzul quran untuk melanjutkan pendidikan tinggi khususnya vokasi," jelas Aris.
Pada kesempatan ini, Aris juga meminta kepada peserta rakor untuk dapat menyampaikan gambaran pemanfaatan zakat di bidang pendidikan yang telah berjalan di lembaganya masing-masing serta rekomendasi terkait mekanisme pemberian beasiswa bagi siswa/siswi Tahfidzul Quran yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi khususnya vokasi. Dari keseluruhan pendapat dan masukan yang dikemukakan dalam rapat, ada beberapa hal yang menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya yaitu Diperlukan legalitas latar belakang pendidikan para hafidz yang akan diberikan beasiswa; Peningkatan peran institusi formal dalam upaya akselerasi mobilitas sosial vertikal para Hafidz; Diperlukan pengembangan kajian terhadap keunggulan pesantren; dan Perlu adanya penguatan kelembagaan pesantren melalui bantuan Politeknik. "Selanjutnya akan dirumuskan model kerja sama dalam pemberian beasiswa ini dan rencana pembuatan MoU untuk menguatkan kerja sama bagi seluruh pihak yang terlibat," tutup Aris. (rhm)
Kategori: