Jakarta (25/07)--Deputi bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Sujatmiko, hari ini memimpin rapat koordinasi (Rakor) yang membahas upaya antisipasi Pemerintah Indonesia terhadap Program WNIO Kerajaan Arab Saudi Tahun 2017. Rakor diselenggarakan di ruang Taskin, Kantor Kemenko PMK dan dihadiri oleh Kepala Bareskrim Polri, Perwakilan dari Kemenlu, KPPA, Kemensos, KPAI, Kemendagri, Kemenaker, TNP2TKI, dan K/L terkait lainnya. “Rapat ini untuk mereview kembali tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dan merupakan rapat lanjutan untuk membahas masalah nasib saudara-saudara kita di arab Saudi," demikian disampaikan Sujatmiko dalam pengantarnya. Pada kesempatan ini Sujatmiko juga menyampaikan apresiasinya terhadap K/L atas langkah-langkah yang telah di lakukan K/L dalam menangani program WNIO Arab Saudi. Menurut perkembangan data terbaru saat ini jumlah WNIO yang sudah dipulangkan sejak April sampai dengan 9 Juli 2017 adalah sekitar 1.045 jiwa.
Perlu diketahui program amnesti dari pemerintah Arab Saudi telah dilaksanakan sejak 29 Maret-akhir Juni 2017, kini diperpanjang hingga akhir Juli 2017. Sujatmiko dalam kesempatan ini menekankan, untuk memaksimalkan perpanjangan program amnesti dari Arab Saudi diperlukannya strategi bagi K/L terkait dan peran pemerintah daerah. “Amnesti yang diperpanjang sampai akhir Juli ini, kita memiliki target dua puluh ribu orang. Saat ini baru lima puluh dua persen dari target," tutur Sujatmiko. Banyak juga terdapat permasalahan TKI baik di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu permasalahan di dalam negeri menyangkut status anak WNIO sedangkan permasalahan di luar negeri penyelesaian dan pengurusan exit permit belum dapat di selesaikan karena beberapa hal seperti menjadi DPO ataupun kasus pelanggaran lainnya.
Sementara dari Bareskrim Polri menjelaskan, saat ini pihaknya sudah memiliki data lengkap pelaku yang terindikasi agen ‘nakal’ yang mempersulit pemberian passport. Bareskrim meningkatkan upaya penindakan untuk menjerat pelaku agar jera. Terkait dengan perkembangan WNIO pada 16 juli 2017, Imigrasi KSA menyampaikan telah memfasilitasi 13.300 WNIO dan telah pulang sebanyak 8.184 WNIO. Dari Imigrasi juga akan menyediakan gate khusus bagi WNIO. Perwakilan di Riyadh menyediakan pendampingan, transportasi, dan konsumsi bagi WNIO dalam pengurusan amnesti.
Di akhir pertemuan, Sujatmiko mengatakan bahwa Negara harus hadir untuk membantu mereka. Untuk itu, diperlukannya koordinasi antar K/L dan pihak terkait terhadap program Amnesti Kerajaan Arab Saudi ini. (fin)
Kategori: