Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on July 12, 2014

Jakarta, 12 Juli – Menko Kesra HR. Agung Laksono mengatakan bahwa peningkatan jumlah penduduk miskin dari 28, 17 juta menjadi 28, 28 juta  terjadi karena ada pergeseran jumlah penduduk yang bekerja disektor pertanian.

“ Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terhitung sampai Maret 2014 jumlah penduduk miskin mencapai 11,25% dari penduduk Indonesia, atau mencapai 28,28 juta orang.Jumlah tersebut meningkat dibandingkan bulan Maret tahun lalu sebanyak 28,17 juta orang.Peningkatan ini terjadi karena ada pergeseran jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian, karena pengaruh iklim yang menyebabkan panen bergeser”, kata Menko Kesra HR. Agung Laksono dalam Sambutan Acara Safari Ramadhan 1435 H, Jumat (11/7/2014) menjelang Buka Bersama di Pendopo Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Lebih lanjut Menko Kesra mengatakan “Selama periode September 2013-Maret 2014 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 0,17 juta orang dari 10,68 juta orang pada September 2013 menjadi 10,51 juta orang pada bukan Maret 2014, sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 0,15 juta orang dari 17,92 juta orang pada September 2013 menjadi 17,77 juta orang pada Maret 2014.

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2013 sebesar 8,55%, turun menjadi 8,34% pada Maret 2014. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 14,37%, pada September 2013 menjadi 14,17% pada Maret 2014”.

Menko Kesra menambahkan bahwa faktor yang mempengaruhi penurunan jumlah penduduk miskin sejak September 2013, antara lain inflasi yang cenderung rendah yaitu 2,31 persen, adanya kenaikan upah buruh tani sebesar 4,52 persen dan upah buruh bangunan sebesar 2,08 persen.

Faktor lain, tambah Menko Kesra, berkurangnya penduduk miskin, karena adanya perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai tukar petani sebesar 0,61%, yaitu dari 101,24 pada September 2013 menjadi 101,86 pada Maret 2014.

Dari total penduduk miskin 28,28 juta orang, sebanyak 10,5 juta orang berada di daerah perkotaan dan sebesar 17,7 juta orang berada di daerah perdesaan.

Saat ini, jumlah penduduk miskin terbanyak berada di Pulau Jawa, yaitu mencapai 15,5 juta orang, diikuti Sumatera 6,07 juta orang, Sulawesi 2,1 juta orang, Bali dan Nusa Tenggara 2 juta orang, serta Maluku dan Papua 1,5 juta orang.

Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan dengan peranan komoditi bukan makanan yang mencakup perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan hingga mencapai 73,54%.

Dari data di atas menunjukkan bahwa penduduk miskin masih terkonsentrasi di daerah perdesaan dan di sisi lain kelembagaan ekonomi perdesaan dalam mendukung pengembangan sektor pertanian sebagai penggerak perekonomian perdesan masih lemah. Struktur pengeluaran rumah tangga penduduk masih terkonsentrasi pada konsumsi pangan. Mereka dipastikan akan langsung merasakan dampak dan terpukul daya belinya jika harga pangan melambung tinggi. Oleh sebab itu, perlu ada perhatian dari Pemerintah dan masyarakat dalam mengatur komoditas makanan dan ketahanan makanan.

4 Klaster Program Pro Rakyat          

Menko Kesra menegaskan bahwa upaya Pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan sangat serius dan perhatian yang diberikan sudah sangat besar.Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pelaksanaan 4 (empat) Kluster program-program Pro Rakyat yang tersebar di berbagai kementerian/lembaga (K/L).

Kluster I, adalah: Kelompok Program Bantuan Sosial Terpadu Berbasis Keluarga. Kluster II, adalah: Kelompok Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Kluster III, adalah: Kelompok Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil. Kluster IV, adalah: Kelompok Program Murah untuk Rakyat.

Pada Kluster I, terdiri dari: Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran (PBI) Peserta JKN, dan Bantuan Beras Bersubsidi bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (RASKIN).Penerima Manfaat Raskin di seluruh Indonesia pada tahun 2014,telah ditetapkan sebanyak 15,5 juta RTS-PM, dan ditetapkan sebanyak 181.719 RTS-PM di Kabupaten Sukabumi.Setiap bulan di seluruh Indonesia akan disalurkan Raskin paling  tidak sebanyak 233 ribu ton,sehingga Raskin tidak saja berpengaruh terhadap peningkatan Ketahanan Pangan pada tingkat keluarga, akan tetapi juga akan berpengaruh positif terhadap Stabilitas Harga Beras di pasar. Khusus di Kabupaten Sukabumi, Raskin disalurkan sebanyak 2.725 ton setiap bulan.

Pada Kluster II, dilakukan dengan instrumen Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Program ini telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.Jumlah cakupan wilayah dari PNPM Mandiri terus meningkat dari Tahun ke Tahun.Untuk Kabupaten Sukabumi, pada tahun 2014 ini mendapatkan alokasi BLM PNPM Mandiri sebesar Rp.62,5 Miliar.

Dana yang ada di PNPM Mandiri merupakan hak masyarakat miskin, jadi tidak boleh ada penyimpangan satu rupiah pun dalam mengelola dana PNPM Mandiri. Untuk itu, salah satu peran dari Saudara-saudara adalah memastikan bahwa bantuan-bantuan tersebut sampai kepada penerima manfaat dengan tepat sasaran, sehingga upaya penanggulangan kemiskinan dapat benar-benar tercapai.

Pada Kluster III, adalah sebagai upaya penanggulangan kemiskinan melalui kelompok program berbasis pemberdayaan usaha mikro dan kecil, pemerintah telah mengucurkan program Kredit Usaha Rajyat (KUR) dengan pola penjaminan. Program ini dipandang sebagai jalan yang efektif untuk membuka akses permodalan bagi pengusha mikro, kecil, dan koperasi untuk mengembangkan usahanya.

Selanjutnya Kluster IV, adalah: Program Murah untuk Rakyat. Yang termasuk dalam kelompok Program Murah untuk Rakyat ini adalah: Rumah Sangat Murah, Kendaraan Angkutan Umum Murah, Air Bersih untuk Rakyat, Listrik Murah dan Hemat, Peningkatan Kehidupan Nelayan, dan Peningkatan Kehidupan Masyarakat Pinggir (Terpinggirkan) Perkotaan.

Keempat Kluster ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.Anggaran tersebut akan lebih efektif bilamana didukung dengan pentargetan yang baik, mekanisme penyaluran dana yang baik, komitmen, dan keterlibatan Pemerintah Daerah yang kuat dan aktif, serta pengawasan dan pelibatan dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengawasi pelaksanaan seluruh program tersebut. Untuk itulah kami mengajak kepada semuapihak untuk ikut serta membantu agar Program Pro Rakyat yang sangat diperlukan oleh masyarakat kita ini dapat berjalan dengan baik, sampai kepada sasarannya, secara tepat waktu, tepat penerima manfaat, tepat sistem, dan tepat tata caranya.

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama ini, program-program Pro Rakyat akan jauh lebih efektif dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bilamana program-program ini tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Di pihak lain, masyarakat sudah mempunyai kemampuan dan pengetahuan bagaimana memanfaatkan berbagai program-program ini.

Beri Apresiasi

Dalam kesempatan tersebut, Menko Kesra  menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaksana Program-program Penanggulangan Kemiskinan di lapangan, khususnya di Kabupaten Sukabumi yang telah melaksanakan tugas-tugasnya di lapangan. Hal ini mengindikasikan tingginya Komitmen Pemerintah Daerah bahwa Program-program tersebut merupakan tanggungjawab bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerinah Daerah dalam rangka penanggulangan kemiskinan.

Menko Kesra mengharapkan, kedepan jumlah RumahTangga Miskin akan terus berkurang sebagai dampak positif dari berbagai program penanggulangan kemiskinan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah. Penurunan jumlah penduduk miskin merupakan indikator keberhasilan program penanggulangan kemiskinan. Pendekatan penurunan jumlah penduduk miskin tidak hanya dengan berbagai program penanggulangan kemiskinan, akan tetapi juga perlu didukung dengan program pengendalian jumlah penduduk melalui Keluarga Berencana.

Menko Kesra menegaskan bahwa program yang sedang kita  laksanakan, adalah merupakan bagian dari upaya pencapaian Millennium Development Goal’s (MDG’s). Oleh karenanya keberhasilan program penanggulangan kemiskinan merupakan tanggungjawab kita bersama, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Dalam mengawali Sambutan, Menko Kesra pada kesempatan tersebut,  mengajak hadirin sekalian untuk memanjatkan puji dan syukur kehadlirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenan-Nya, padapagi hari ini kita dapat bersilaturrahmi dengan masyarakat Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini saya pandang sangat penting untuk menumbuhkan semangat dan kepedulian kita semua dalam menjalankan kebijakan dan program untuk rakyat. Selagi dalam suasana Ramadhan, pada kesempatan ini tidak lupa, saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan tahun 1435 Hijriah. Semoga amal dan ibadah kita di bulan suci ini diridloi oleh Allah SWT.

Menahan Diri

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, mari kita juga memanjatkan puji syukur kehadirat illahi, karena kita baru saja selesai dan sukses menyelenggarakan pesta demokrasi yang berjalan dengan aman dan dalam suasana kondusif di seluruh tanah air. Pemilihan Presiden kali ini, diikuti oleh dua pasangan calon presiden, yakni nomor urut1 : Prabowo Hatta dan no urut 2 : Joko Widodo – H.M Jusuf Kalla. Hasil Quick Count yang biasanya digunakan sebagai salah satu barometer awal kemenangan suatu Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden, belum dapat diterima secara utuh, mengingat masih adanya perbedaan yang cukup signifikan dari beberapa Institusi Quick Count yang terlibat, sehingga Pemerintah telah menghimbau kepada kedua calon Pasangan Presiden beserta para tim sukses dan tim pendukungnya agar dapat menahan diri untuk menunggu hasil resmi penggumuman Pemilu Presiden oleh KPU pada tanggal 22 Juli 2014.

Dalam kesempatan yang baik ini, Menko Kesra juga menghimbau kepada kita semua, agar dapat kembali lagi bekerja bersama-sama, bersatu padu bekerja dan berkarya dalam membangun negara ini untuk mengurangi jumlah kemiskinan di tanah air melalui peningkatan kesejahteraan rakyat, tanpa harus dibatasi dengan siapa pilihan presiden kitamasing-masing sebelumnya, karena tanpa persatuan akan sangat sulit kita dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat secara signifikan.

 

Baru saja telah kita saksikan bersama, penyerahan beberapa bantuan, di antaranya: Paket Beras;Kursi Rodautk saudara-saudara kita para penyandang disabilitas;Beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan;BantuanProgram Asistensi Sosial Orang Dengan Kecacatan Berat (AS-ODKB) dari Kemensos;Paket-paket bantuan dari Kementerian Kesehatan; paket-paket bantuan dari BKKBN; Paket-paket bantuan untuk Madrasah dan Pondok Pesantren, seperti:Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Beasiswa Siswa Miskin (BSM); Paket Bantuan dari BAZNAS, seperti: Ternak Sapi kepada Pondok Pesantren Al Masthuriyah (sebesar Rp100 juta), dan Pemberdayaan Ekonomi kepada Pondok Pesantren Al Masthuriyah (sebesar Rp100 juta), 1.000 kaleng daging kornet dari Rumah Zakat;Bantuan Al Qur’andari Sinar Mas, 500 paket Sembako dari BRI dan dari PNPM.

Menko Kesra berharap berbagai bantuan tersebut sebagai tanda kasih, kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik mengingat saat ini masih banyak Saudara-saudara kita yang masih memerlukan bantuan menjelang lebaran.

Mengakhiri sambutan ini, Menko Kesra mengucapkan Terima Kasih kepada saudara Bupati Sukabumi beserta jajarannya, termasuk masyarakat Kabupaten Sukabumi yang telah mendukung dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Dukungan dari berbagai pihak sangatlah berarti untuk menjamin semua tujuan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat yang Mandiri, yang terbebas dari belenggu kemiskinan. Semoga upaya dan niat baik kita semua untuk memperbaiki bangsa serta meningkatkan kehidupan masyarakat terutama keluarga miskin mendapat ridlo dari Allah SWT. (Gs).