Jakarta, 14 Juli - Menko Kesra HR. Agung Laksono melanjutkan perjalanan Safari Ramadan dengan mengunjungi pasar percontohan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pasar ini merupakan pasar tradisional yang disulap menjadi modern oleh Pemda setempat.
"Yang jelas ini contoh pemerintah menyediakan pasar diperbaiki, sehingga nyaman dan bersih. Itu suatu kebijakan pemerintah daerah yang saya apresiasi. Tidak dikenakan biaya sewa tempat tetapi retribusi saja," terang Menko Kesra saat meninjau Pasar Percontohan Prembun di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Senin (14/7/2014), seperti dilansir laman Detiknews.com.
"Pola seperti ini saya harap di tempat lain juga bisa. Pasar itu nyaman dan tidak harus becek. Harus diubah itu stigmanya," imbuhnya.
Menko Kesra beserta rombongan sempat berjalan-jalan melihat pasar dan berbincang dengan para pedagangnya.
"Sekarang gimana (kondisi pasar)?" tanya Menko Kesra ke salah satu penjual makanan ringan di lokasi.
"Lebih nyaman. Terima kasih bapak," jawab pedagang perempuan itu.
Mendengar jawaban yang memuaskan, Menko Kesra beralih ke bagian penjaja konveksi, perkakas dan sembako. Rupanya, harga tempe, bawang dan daging mengalami sedikit peningkatan harga.
"Harga normal (tempe berapa)?" tanya Menko Kesra sambil menunjuk tempe dalam plastik.
"Rp 3.500 sekarang karena bulan puasa naik jadi Rp 4.000," ujar si pemilik kios.
Sementara harga bawang merah di pasar terpantau naik menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Begitu juga dengan harga daging sapi yang normalnya Rp 90 ribu naik menjadi Rp 100 ribu per kilogram.
"Meningkat harga daging 5-10 persen, tapi itu sementara saja. Kegiatan politik kemarin tidak mengganggu. Kunjungan kami untuk melihat dampak politik," pungkasnya usai melakukan peninjauan selama kurang lebih 20 menit tersebut.(Dn/Gs).
Kategori: