Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on November 23, 2017

Jakarta (23/11) --- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar Seminar dengan tema Bangga Menjadi Indonesia. Seminar ini dibuka oleh Sekretaris Kemenko PMK, Satya Sananugraha di Ruang Heritage Kemenko PMK.

Dalam sambutannya, Sesmenko PMK, Satya Sananugraha menyampaikan bahwa bangga menjadi Indonesia itu mudah. Yakni, dengan cara menghayati, menerapkan, dan mengamalkan pancasila maka kemandirian tersebut akan tercapai.

"Untuk bisa bangga menjadi Indonesia itu mudah. Caranya dengan mengajari, menerapkan dan mengamalkan Pancasila,"ujarnya.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Prof Wiendu Nuryanti (Perwakilan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), Dimas Oky Nugroho (Penggagas Gerakan Anak Muda Punya Usaha/AMPUH), dan Heri Herdianto (Penggerak Laskar Mandiri).

Tujuan diadakannya seminar ini untuk mengimplementasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental, Program Gerakan Kemenko PMK Mandiri untuk meningkatkan rasa bangga menjadi Indonesia demi meningkatkan rasa nasionalisme. Pengajaran Revolusi Mental untuk karyawan Kemenko PMK ini untuk meningkatkan kreatifitas, inovasi, dan etos kerja yang tinggi.

“Bangga menjadi Indonesia merupakan hal yang dapat dilakukan dan dimaknai dikegiatan sehari-hari. Bangga menjadi Indonesia bisa dilakukan dari hal-hal senderhana,” tutur Prof Wiendu.

Sementara itu, penggagas Gerakan Ampuh, Dimas Oky Nugroho menuturkan bahwa anak muda pada saat ini sangat kreatif dalam berwirausaha. Dlama berwirausaha tidak hanya kapasitas melainkan diperlukannya juga integritas. Jika Indonesia mandiri maka UMKM di Indonesia akan meningkat.

Pada kesempatan yang sama penggerak Laskar Mandiri, Heri Herianto menjabarkan bahwa dengan menjaga alam itu juga termasuk gerakan revolusi mental. Sampah merupakan masalah yang sangat kompleks sekarang ini, sampah dapur merupakan penyumbang sampah terbesar. Oleh karena itu, idealnya rumah tangga menyiapkan tiga tempat sampah yaitu untuk organik, anorganik, dan barang yang bisa didaur ulang. “Kalau kita jaga alam, alam juga akan jaga kita,” tutur Heri.

Kesimpulan dari seminar ini menurut Staf Program Gerakan Kemenko PMK Mandiri, Ponco, menuturkan ada tiga kata kunci atau sifat yang harus ditanamkan yaitu mengembangkan kreatifitas dalam berbagai bidang, peduli kepada lingkungan sekitar dan kebersamaan. 

 

 

Kategori: