Jakarta, 15 Juli - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat HR Agung Laksono mengatakan bahwa laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup tinggi sudah mengkhawatirkan, ibarat sudah mencapai lampu kuning dan hampir lampu merah. Dikatakan, jumlah penduduk Indonesia sangat besar, diperkirakan mencapai 240 juta jiwa. Dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) mencapai 1,49 persen per tahun. "Ini sudah tidak terkendali. Kalau dibiarkan terus bisa jadi bencana," kata Menko Kesra di Pendopo Kabupaten Purworejo Senin (14/7/2014) petang sebelum menyerahkan berbagai bantuan kesehatan, pendidikan dan sosial kepada masyarakat Purworejo melalui Bupati Drs H Mahsun Zain M.Ag.
Menko Kesra minta agar program Keluarga Berencana digalakkan kembali dengan mengembalikan slogan Dua Anak Cukup yang selama ini diganti dengan slogan Dua Anak Lebih Baik. "Sekarang ini rata-rata keluarga di Indonesia memiliki anak tiga sampai empat yang berakibat laju pertumbuhan penduduk sangat tinggi. Padahal idealnya satu kekuarga hanya memiliki dua anak saja. Anak yang seharusnya merupakan modalitas, yang terjadi bisa sebaliknya," ungkap Menko Kesra.
Di bagian lain Menko Kesra memastikan program PNPM akan tetap ada meskipun Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sudah berakhir tahun ini. "Banyak yang menghawatirkan program PNPM akan berhenti bersamaan dengan habisnya masa jabatan Presiden SBY. Saya tegaskan disini bahwa PNPM masih tetap ada, karena sekarang sudah ada Undang-undang Desa yang bisa mengaitkan PNPM," tandas Menko Kesra.
Digelontor Berbagai Bantuan
Berbagai bantuan untuk Pemkab. Purworejo yang diserahkan Menko Kesra antara lain dari Kemenko Kesra 100 bag beras super @ 5 kg, dari BKKBN mesin jahit Bordir Juki, alat perajang, UID KIT, Obgyn masing masing 1 unit, dari Kemenag BOS untuk Madrasah dan Pontren senilai Rp 9, 350 Milyar,BSM Rp 2, 106 Milyar dan Al Quran. Dari Kemendikbud berupa bantuan Dirjen Budaya senilai Rp 100 juta, bantuan Dirjen DikMen senilai 36, 094 milyar, bantuan Dirjen Dikdas senilai Rp 303,890 Milyar dan dari Dirjen Paudni sebesar Rp 2,730 milyar.
BLM PNPM Mandiri senilai Rp 21, 650 milyar, BRI berupa 500 paket sembako, BPJS Kenaker 100 beasiswa @ Rp 1 Juta, Rumah Zakat berupa 1000 kaleng daging cornet dan dari Indofood berupa biskuit 102 karton untuk Panti Asuhan Yatim Piatu, Panti Jompo dan Posyandu,(Gs)