Jakarta (19/12) – Setelah pemberian penghargaan pada pelajar dari 34 provinsi yang positif bermedia sosial kemarin, hari ini Sekretariat Revolusi Mental kembali mengadakan workshop bersama Google Indonesia, yang diwakili oleh para youtubers, Jasmine dari channel Youtube Komikus Ga Jelas dan Gerald dari channel Youtube Kok Bisa. Kedua youtubers ini membawakan materi terkait Youtube sebagai media penyampaian ekspresi kreatif positif. Setelah dua youtubers, Wahyu Aji, CEO Good News From Indonesia, sebuah website yang selalu memberitakan konten positif, unik dan inspiratif tentang Indonesia. Wahyu Aji menyampaikan bagaimana gadget digunakan untuk memposting hal-hal positif, bahkan membuat hal-hal keren dengan gadget kita.
Bertempat di Hotel Harris Vertu, acara yang diikuti 120 orang pelajar dari 34 provinsi di Indonesia ini berlangsung sangat meriah. Para peserta yang seluruhnya adalah pelajar SMA terlihat sangat antusias mengikuti workshop ini, terutama saat sesi tanya jawab. Para peserta saling mengangkat tangan dan berebut ingin bertanya kepada para tiga narasumber. Berlatar belakang keinginan setiap pelajar ketika bangun pagi mendengar dan melihat berita-berita positif yang diposting di media-media sosial, diskusi berfokus tentang positif bermedia sosial. “Kita ingin semakin banyak orang Indonesia yang memposting konten-konten positif dan hal-hal positif. Ayo kita banjiri sosial media kita dengan konten-konten positif," ajak Gerald.
Setelah sesi tanya jawab, Ferdi dari Sekretariat Revolusi Mental memperkenalkan website revolusimental.go.id dan mengajak para pelajar menjadi agen perubahan. Para pelajar juga dapat memberikan ide-ide perubahan dan masukan yang bisa disampaikan melalui website Revolusi Mental.
Selesai workshop, acara dilanjutkan dengan mengunjungi kantor Gojek di Pasaraya Blok M. 120 pelajar yang dibagi menjadi empat kelompok diajak office tour Gojek. Para peserta dapat melihat suasana kerja dan cara kerja para karyawan Gojek. Tiga pilar Gojek, yaitu speed, innovation dan social impact, ternyata hampir mirip dengan nilai-nilai dalam Revolusi Mental, yaitu bagaimana apa yang kira kerjakan dapat memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitar kita. Setelah seluruh kelompok selesai melakukan office tour, para peserta diajak bermain game yang tujuan utamanya adalah melatih kekompakan dan kerjasama tim. Kerjasama tim tidak selalu bermakna positif, bisa saja negatif ketika orang-orang dalam tim memiliki pikiran dan opini yang berbeda-beda, tetapi itu adalah pembelajaran untuk saling menerima masukan dan opini.
Setelah tiga jam berada di Kantor Gojek, para peserta kembali melanjutkan perjalanan menuju Kantor Kemenko PMK di Medan Merdeka Barat. Di sini, mereka diterima oleh Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Nyoman Shuida. (olv)
Kategori:
