Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on February 27, 2018

Kemenko PMK Siap Dukung Festival Bedhayan

Jakarta (27/02) - Jaya Suprana School Of Performing Art dan Yayasan Swargaloka didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), pada 4 Maret mendatang akan menyelenggarakan Festival Bedhayan yang bertempat di Gedung Kesenian Jakarta. Festival ini menurut rencana akan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.
Bedhayan, berasal dari kata Bedhoyo, yaitu bentuk tarian klasik Jawa yang merupakan salah satu karya agung bangsa Indonesia. Bedhoyo ditarikan secara gemulai dan meditatif, mengandung berbagai makna spiritual. Bedhoyo pada zaman dahulu hidup dan berkembang di kalangan keraton. Tarian Bedhoyo sering kali merupakan hasil inspirasi raja mengenai suatu peristiwa tertentu yang disajikan dalam bentuk yang sangat simbolik.
Ketua Umum Penyelenggara Festival Bedhayan, Aylawati Sarwono mengatakan bahwa Festival Bedhayan itu sesungguhnya bertujuan untuk membangun karakter bangsa & melestarikan warisan budaya Indonesia. "Di dalamnya mengandung pesan moral dan nilai-nilai luhur yang berguna sebagai bekal kehidupan pelakunya (penari) maupun penikmatnya (penonton)," katanya saat beraudiensi dengan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Bidang Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida di Kantor PMK, Jakarta Pusat, Selasa (20/2).
Festival Bedhayan baru pertama kalinya akan diselenggarakan di dunia dan mendapatkan sambutan yang luar biasa dari berbagai komunitas pecinta seni budaya dan sanggar seni. "Banyak lembaga/ organisasi yang berminat mengikuti, namun panitia hanya dapat menerima 13 peserta dalam dua kategori yaitu kategori pelestarian (tarian yang telah ada) dan kategori pengembangan (tarian ciptaan baru),"  jelas Aylawati.
Adapun ketigabelas peserta yang akan memeriahkan festival tersebut adalah Jaya Suprana School of Performing Art yang akan menampilkan Bedhayan Tembang Alit, Smile Motivator Bandung dengan Badhayan Wayang Sunyi Tanah Pasundan, Puspo Budoyo dengan Bedhayan Sekar Kedayon Mojokalpiko, kemudian Surakartis menampilkan Bedhayan Merta Bumi, Ary Suta Center dengan Bedhoyo Legong Wilwatikta, Bharata dengan Bedhoyo Majakirana, Purwakanthi menampilkan Bedhoyo Setyo Bumi, Sekar Tanjung Dance Company dengan Bedhoyo Catur Sagotro, Gemah Win's Production dengan Astawaning Retna, Sekarpuri dengan Bedhoyo Kirono Ratih, Gending Enem dengan Bedhayan Pangkur, dan lndonesia Heritage Society menampilkan Gending Sriwijaya, serta L Swargaloka School of Dance menampilkan Bedhayan Dewi Sri.
Hal yang sangat menarik dari Festival Bedhayan kali ini kata Aylawati adalah keberagaman tema tarian yang akan disajikan oleh masing-masing komunitas. "Ada tarian Bedhayan yang terlahir dari komposisi piano Jaya Suprana yaitu 'Tembang Alit'. Ada bedhayan yang menggambarkan sebuah perjuangan untuk mempertahankan kehormatan yaitu Bedhayan 'Astawaning Retno'. Selain itu ada juga bedhayan yang memadukan tarian Jawa dan Bali yaitu Bedhayan 'Legong Wilwatikta' dan yang sangat menggembirakan sekaligus mengharukan adalah Bedhayan 'Wayang Sunyi', dinamakan sunyi karena semua penarinya adalah penderita tuna rungu," urainya.
Lebih lanjut, seluruh penampilan peserta akan diamati oleh para pakar tari Bedhayan. Mereka adalah GRA Wandansari Koes Murtiyah dari Karaton Kasunanan Surakarta; KP Sulistyo Tirto Kusumo, dari Taman Mini Indonesia Indah; serta Wahyu Santosa Prabowo, S. Kar, dari Institut Seni Indonesia Surakarta. Setiap peserta yang tampil akan mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, juga apresiasi (raport) dari para pengamat seni.
Pada kesempatan ini juga akan diberikan piagam penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kepada Kemenko PMK sebagai pendukung penyelenggara Festival Bedhayan Pertama di Dunia. Penghargaan MURI akan diserahkan langsung oleh Jaya Suprana. “Menko PMK menyambut baik dan sangat mendukung atas penyelenggaraan Festival Bedhayan 2018 ini”, ujar Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Nyoman Shuida.

File Pendukung: