Pelalawan (14/03) – Pemerintah Kabupaten Pelalawan diharapkan mampu menjadikan Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) sebagai Science Techno Park (STP) yang mapan pada tahun 2019. Hal itu dikemukakan Menko PMK Puan Maharani saat meresmikan ST2P di Pelalawan, Riau.
Menurut Menko Puan, hingga tahun 2017 dari 22 STP yang ditargetkan, sudah ada 16 STP yang mapan. ST2P diharapkan mampu menghasilkan banyak perusahaan pemula yang terkait dengan sawit maupun produk turunan sawit. Dengan begitu, menurutnya, akan berdampak pada perekonomian petani sawit dan perekonomian daerah penghasil.
“Fokus Techno Park Pelalawan sangat tepat pada hilirisasi produk turunan kelapa sawit. Techno Park Pelalawan yang juga melibatkan koperasi petani sawit, akan memperkuat rantai industri hilirisasi produk turunan kelapa sawit,” ujarnya. ST2P ini sendiri dikatakan Menko Puan termasuk megah dibandingkan STP lain yang pernah dikunjunginya.
Diungkapkannya, membangun sebuah STP uga membutuhkan kolaborasi antar unsur pemerintah, akademisi dan pelaku usaha. Sinergi itu, jelasnya, memungkinkan untuk dibangunnya sistem inovasi yang kuat dan berujung pada industri yang berdaya saing dan penumbuhan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi. “Membangun STP dengan bergotong-royong, akan lebih mempercepat pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi dan kesejahteraan rakyat,” sebutnya.
Sebagai simbol diresmikannya ST2P Menko Puan melakukan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti di Pintu Masuk Gedung ST2P. Menko Puan juga menyempatkan diri meninjau pameran potensi dan capaian Pelalawan yang digelar dalam peresmian kali ini. Menko Puan serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang mendampingi juga melakukan penanaman pohon di area Kampus ST2P. Turut hadir mendampingi Menko Puan kali ini, Plt Gubernur Riau, Wakil Ketua DPRD Riau, Kapolda Riau, Bupati Pelalawan, Danrem 031 Wira Bima serta Ketua ST2P.PS
Kategori:
