Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on May 19, 2018

Jakarta (19/05)--- Staf Ahli Menko PMK bidang Multikulturalisme, Restorasi. Sosial dan Jati Diri Bangsa, Haswan Yunaz, menghadiri sekaligus mewakili Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, pada rapat pleno nasional Indonesia Para Games Organizing Committee (INAPGOC) 2018 di Ballroom Binawa, Komplek Bidakara, Jakarta Selatan pada Sabtu petang. Turut hadir dalam rapat ini Menpora, Imam Nachrawi; dan Mensos, Idrus Marham; jajaran INAPGOC; dan para pejabat seluruh K/L.

Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari, dalam laporannya menyampaikan bahwa sudah 42 negara yang mendaftar untuk mengikuti 18 cabang olahraga yang dipertandingkan. Adapun jumlah atlet yang dipastikan bertanding mencapai 2.300 atlet dan 1.500 official. “Jumlah ini sesungguhnya sudah melebihi estimasi panitia. Untuk Asian Para Games 2018 ini, ada cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan yaitu catur,” katanya. Raja menambahkan, Asian Para Games 2018 akan berlangsung di 10 titik venue yang ada di sekitar Jakarta. Namun, jelang pesta olahraga khusus penyandang disabilitas ini resmi berlansung seusai penyelenggaraan Asian Games 2018 September mendatang, akan digelar test event Asian Para Games terlebih dulu yang mempertandingkan enam cabang olahraga yaitu para athletic, para swimming, para badminton, para basket ball, dan para tenis meja. Test event akan dimulai pada 25 Juni hingga 3 Juli 2018 nanti.

Raja mengungkapkan, jika waktu penyelenggaraan Asian Para Games sudah semakin dekat, event olahraga penyandang disabilitas terbesar se-Asia ini akan melalukan reli obor (torch rally) yang sumber apinya diambil dari sumber api abadi di Merapen. Reli obor lalu akan berkeliling Indonesia yang dimulai dari Kota Solo, Denpasar, Ternate, Makassar, Pontianak, Pangkal Pinang, dan berakhir di Jakarta. “Asian Para Games ini bukan sekadar pertandingan olahraga tetapi kita menjalankan misi kemanusiaan sambil kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang ramah terhadap penyandang disabilitas,” kata Raja menutup laporannya.

Pada kesempatan yang sama, Mensos dalam arahannya menegaskan bahwa sukses penyelenggaraan Asian Para Games berarti tidak hanya sukses prestasi, ekonomi, tetapi juga sukses menjalankan misi kemanusiaan. “Misi yang diartikan bahwa penyandang disabilitas selalu didukung penuh untuk terus mengukir prestasinya,” tambah Mensos. Sementara Menpora dalam sambutannya mengungkapkan bahwa akan ada bonus yang nilainya dua kali lipat dari atlet Asian Games 2018 untuk setiap satu medali emas yang berhasil diraih oleh atlet Para Games 2018 asal Indonesia. “Kami juga mengupayakan bahwa sekitar 30 persen atlet Asian Para Games dari total 300 atlet yang mengikuti Asian Games 2018 akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil,” kata Menpora. 

Rapat pleno nasional ini selanjutnya ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ust. Yusuf Mansur dan buka puasa bersama. (IN/ris)