Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on May 24, 2018

Palembang (24/05)--- Program dan kegiatan bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tentu tidak dapat dilakukan sendiri oleh Pemerintah Pusat karena memang masih butuh kerjasama semua pihak terutama pemerintah daerah agar program dan kegiatan itu dapat berjalan dengan optimal. Maka, sinergitas dan kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Daerah menjadi syarat mutlak dalam mencapai tujuan program pembangunan manusia yaitu peningkatan kesejahteraan rakyat. Demikian disampaikan Staf Ahli Menko PMK bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ketenagakerjaan, Sidqy Lego Pangesthi Suyitno, yang mewakili Seskemenko PMK saat membuka kegiatan Konsolidasi Program dan Kegiatan Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Tingkat Provinsi Wilayah Barat Indonesia di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis pagi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi entry point dalam mengintensifkan upaya-upaya koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian Pembangunan Manusia dan Kebudaan oleh Pusat dan Daerah.

Seskemenko PMK dalam arahannya yang dibacakan oleh Sidqy selanjutnya menegaskan bahwa perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan/kesejahteraan rakyat yang berasal dari Pemerintah Pusat, hendaknya dikoordinasikan dan disosialisasikan lebih awal kepada Pemerintah Daerah agar sinergi program dan kegiatan dapat berjalan dengan baik. Jika kemudian masih terjadi ego sektoral, dalam kegiatan ini disepakati kalau ke depan, Pemerintah daerah melalui OPD/Biro Kesra memperkuat tugas dan fungsinya untuk meningkatkan agregasi dan kepentingan daerah dalam perumusan kebijakan bidang kesejahteraan rakyat. Demikain pula dengan program-program nasional yang pelaksanaannya melibatkan pemerintah daerah agar dapat dilakukan pendampingan oleh pusat secara berkesinambungan sehingga akhirnya dapat berhasil secara lebih optimal.

Rapat konsolidasi yang diselenggarakan oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Kemenko PMK ini dilanjutkan dengan paparan sekaligus sosialisasi aneka program dan kegiatan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan oleh tujuh kedeputian di lingkungan Kemenko PMK. Dengan beragam isu strategis yang dalam pelaksanaannya di-koordinasi, sinkronisasi, dan dikendali-kan oleh Kemenko PMK terhadap K/L yang berada di bawah koordinasinya, menurut Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama, Yohan,  Kemenko PMK mengusung asas Tri Mantap yaitu Mantap Pelayanan yang fokusnya pada upaya Peningkatan Kualitas Hidup Manusia; Mantab Pemberdayaan pada upaya Peningkatan Kapabilitas Manusia Indonesia; dan Mantab Gotong Royong pada upaya Pembangunan Karakter Manusia Indonesia.

Peningkatan kualitas hidup manusia meliputi upaya penanggulangan kemiskinan, program jaminan dan kompensasi sosial, layanan kesehaatan, layanan pendidikan dan agama, pembangunan keluarga, perlindungan kaum marjinal, dan pengelolaan dampak bencana. Peningkatan kapabilitas manusia Indonesia meliputi pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat (perempuan, pemuda, olahraga, seni budaya, keluarga), pembangunan kependudukan dan keluarga, Science and TechnoPark, dan revitalisasi pendidikan vokasional. Terakhir, pembangunan karakter manusia Indonesia meliputi Gerakan Nasional Revolusi Mental berupa Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Mandiri, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Bersatu, dan upaya penguatan pendidikan karakter.

“Secara keseluruhan, lima fokus koordinasi Kemenko PMK adalah selaras basis data, terjaminnya kebutuhan dan pelayanan dasar, pemberdayaan masyarakat, pembangunan manusia berkarakter, dan pembangunan desa semesta,” papar Yohan lagi.

Kegiatan konsolidasi program dan kegiatan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan untuk provinsi di wilayah barat Indonesia ini dihadiri oleh perwakilan 13 provinsi dari total 16 provinsi wilayah barat yang terdiri atas pejabat Bappeda, Kepala Biro Kesra, dan Kepala Bakesbangpol serta  OPD terkait bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel yang sedianya hadir diwakilkan oleh Asisten III bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel, Eduar Juliartha. Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel mengajak seluruh pemerintah daerah dan K/L yang hadir untuk turut mendukung dan menyukseskan Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarat dan Palembang mulai Agustus 2018 mendatang. “Sumatera Selatan memang provinsi yang biasa-biasa saja tetapi boleh dibuktikan kalau Sumsel selalu siap tampil dengan usaha terbaik baik di Indonesia maupun di dunia,” kata Eduar yang membacakan sambutan selamat datang Gubernur Sumsel. Rapat konsolidasi program dan kegiatan ini digelar mulai dari pagi hingga petang. Kegiatan lalu ditutup dengan buka puasa bersama. (*)

Kategori: