Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on August 29, 2018

Padang – (27/8) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah untuk memajukan kebudayaan yang ada di Indonesia dan khususnya di Sumatera Barat.

“Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan hal yang utama sehingga pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dapat dilakukan dengan optimal” jelas Alfredo Sani Fenat, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya Kemenko PMK dalam arahan yang diberikan di acara Dialog Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan di Padang, Sumatera Barat (27/8).

Melalui acara ini, Alfredo berharap berbagai isu terkait dengan pengembangan Sumber Daya Kebudayaan di Provinsi Sumatera Barat dapat dibahas dan ditemukan solusinya. Dengan demikian, Kebudayaan Minang dapat dikembangkan dengan lebih baik.

“Saya harap, melalui dialog konstruktif yang dilaksanakan hari ini dapat menghasilkan sinergi kebijakan dan program pembangunan di sektor kebudayaan antara pusat, daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini sangat penting dilaksanakan agar Kebudayaan Minang dapat lebih dilestarikan dan dikembangkan” papar Alfredo.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Dra. Hj. Gemala Ranti, M.Si menjelaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mengembangkan Sumber Daya Kebudayaan di ranah Minang.

Selain itu, pihaknya juga terus menekankan sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota sehingga berbagai Objek Pemajuan Kebudayaan yang ada dapat terus dikembangkan. “Selain di provinsi, banyak juga Objek Pemajuan Kebudayaan Minang yang terdapat di kabupaten/kota. Kami mengkoordinasikan dan berperan menjadi fasilitator bagi rekan-rekan kami di kabupaten/kota sehingga kebudayaan yang ada dapat terus disinergikan dan juga dikembangkan” jelas Gemala.

Selanjutnya Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumatera Barat Datuk M. Sayuti menjelaskan peran generasi muda sangat penting untuk mengembangkan Kebudayaan Minang. Melalui LKAAM, dirinya mendorong generasi muda untuk terus mempraktikan salah satu budaya khas Minang yaitu pencak silat sehingga dapat terus lestari.

“Selain itu terdapat hal positif lainnya. Semenjak pemuda Minang aktif melestarikan pencak silat, angka ketergantungan narkoba di Sumatera Barat terus menurun dan hal ini sangat baik bagi pemuda” paparnya.

LKAAM terus berperan antara lain melestarikan dan meningkatkan kapasitas sumber daya di sektor kebudayaan. Hal ini dilakukan antara lain dengan loka karya yang mengundang pembina-pembina budaya di nagari. “Kesenian-kesenian daerah yang sudah dibina harus terus dilanjutkan agar terus lestari sekaligus juga untuk menghibur masyarakat khususnya yang berada di nagari-nagari” ungkap Datuk Sayuti.

Hadir sebagai nara sumber Nono Adya Supriyanto, selaku Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Kemendikbud yang menjelaskan pendataan terhadap objek budaya benda dan tak benda diperlukan, sebab kebudayaan memiliki objek pendataan yang sangat luas. "Hal ini sangat bermanfaat untuk perencanaan pemajuan kebudayaan serta menjaga identitas bangsa" ungkapnya.

Selain itu, Kemendikbud sedang menyusun Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) yang berbasis teknologi informasi sehingga nantinya akan terintegrasi dengan sistem registrasi hak paten di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Nono menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan perlu melibatkan orang yang tidak hanya memahami tentang budaya, akan tetapi juga dalam memasarkan kebudayaan sehingga menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah bagi budaya dan pelaku budaya.

Bappenas dalam hal ini diwakili oleh Kepala Sub-Direktorat Kebudayaan, Didik Darmanto menyampaikan bahwa, pembangunan sudah tidak bisa lagi hanya bertumpu pada kekayaan alam yang sangat terbatas. Sudah saatnya kebudayaan menjadi modal utama untuk menggerakkan pembangunan. “Indonesia memiliki kekayaan sumber daya kebudayan yang tidak akan habis di eksplorasi,”kata Didik.

“Pemajuan  Kebudayaan perlu dilaksanakan secara sinergi, holistik dan integratif. Selain itu perlu dikembangkan dana perwalian kebudayaan untuk mendukung pembangunan kebudayaan di puat dan daerah ,”lanjut Didik.

Acara Dialog Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan yang diselenggarakan Kemenko PMK di Kota Padang mengambil tema “Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dalam Pemberdayaan Masyarakat Adat dan Komunitas Budaya” yang dihadiri oleh Dinas Kebudayaan se-Sumatera Barat, Akademisi, Lembaga Adat dan Budayawan, di Provinsi Sumatera Barat.

Kategori: