Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on August 04, 2014

Jakarta, 4 Agustus  - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meninjau pembangunan museum mengenai presiden Indonesia, Balai Kirti, di kawasan Istana Bogor, Bogor, Jabar, Minggu (3/8/2014), seperti dilansir laman Antara News.Com.

"Pembangunan museum ini bertujuan untuk menghargai jasa-jasa presiden yang pernah memimpin Indonesia," ujar Mendikbud di sela-sela peninjauan.

Mendikbud menjelaskan selama ini, masyarakat yang ingin mengunjungi museum para presiden harus datang ke daerah tertentu. Contohnya, jika ingin mengunjungi museum mengenai Presiden Soekarno, maka masyarakat harus datang ke Blitar dan Bali.

Selain itu, tidak semua presiden memiliki museum. Sehingga sulit bagi masyarakat jika ingin mengetahui lebih dekat dengan pemimpinnya.

Di gedung yang berlantai dua tersebut itu akan memuat barang-barang pribadi para mantan presiden mulai dari buku, baju, dan barang pribadi.

"Juga ada film dokumenter, ruangan multimedia, dan enam patung mantan presiden."

Museum tersebut dinamakan Balai Kirti, yang berarti tempat pemuliaan.

Di museum itu juga terdapat perpustakaan yang terdiri dari buku-buku yang dibaca presiden.

Museum itu rencananya akan diresmikan pada akhir Agustus.

"Kami berharap, pengunjung yang datang ke sini bisa terinspirasi. Bayangkan, Presiden Soekarno saat umur 20 tahun sudah membaca buku-buku berat," terang Nuh.

Ide pembangunan Balai Kirti datang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang menginginkan masyarakat menghargai para pemimpin negaranya.

Konsultasikan persoalan kurikulum di klinik guru

Disamping itu, Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, guru yang kebingungan dengan Kurikulum 2013 dapat berkonsultasi di klinik guru yang baru buka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

"Klinik itu sengaja didirikan untuk mengatasi persoalan guru dalam penerapan Kurikulum 2013," ujarnya saat melakukan peninjauan Museum Presiden di Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Nuh mengemukakan, klinik tersebut terdapat di sejumlah daerah di Tanah Air.

Guru bisa datang ke klinik guru yang ada di setiap Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) di daerahnya.

"Selain itu, guru juga bisa berkonsultasi melalui sistem online," katanya.

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu mengemukakan, sebelum mengajarkan Kurikulum 2013, maka guru harus paham dahulu mengenai materi yang akan diajarkan.

"Mungkin masih ada yang belum paham saat pelatihan, bisa melakukan konsultasi di klinik guru."

Nilai rata-rata nasional guru yang mengikuti pelatihan adalah 71. Adapun nilai terendah yang diperoleh guru adalah 40, sedangkan nilai tertinggi mencapai 93.

"Kalau dilihat dari kurva atau grafik oleh Kemdikbud, tidak sampai 10 persen guru di seluruh Indonesia yang meraih nilai terendah," katanya.

Kurikulum 2013 diterapkan sepenuhnya pada seluruh tingkatan sekolah di Indonesia mulai tahun ajaran 2014/2015.

Kemdikbud sebelumnya telah melatih sebanyak 1,3 juta guru untuk persiapan penerapan kurikulum tersebut.

Selain itu, Kemdikbud juga memberikan buku pelajaran Kurikulum 2013 secara gratis kepada sekolah, kemudian dibagikan kepada siswanya. (Ant/Gs)