Bekasi (08/12) - Berbagai budaya besar dan agama tumbuh subur dan berkembang di tanah air, hidup berdampingan dengan damai, rukun, dan harmonis. Keberagaman telah menjadi jembatan pembauran antar budaya dan etnis. Untuk membumikan pemikiran akan pentingnya pemahaman multikulturalisme, Staf Ahli Kemenko PMK Bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa, Haswan Yunaz, hari ini hadir dalam "Diskusi Memperkokoh Keberagaman Menuju Satu Hati Bagi Indonesiaku" yang diselenggarakan oleh Forum Komunitas Oikoumene Bekasi.
Pemerintah telah mencanangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental sebagai program prioritas Presiden untuk memperbaiki dan membangun karakter Bangsa Indonesia dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.
Operasionalisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental telah dituangkan dalam Inpres 12 tahun 2016 dan pelaksanaanya tidak hanya dilakukan oleh penyelenggara negara namun juga keterlibatan semua elemen bangsa sebagai upaya perbaikan karakter dalam percepatan pembangunan, termasuk tentunya melalui peran tokoh masyarakat lintas agama seperti yang hadir pada kesempatan yang berbahagia ini. Setidaknya ada lima gerakan perubahan yang perlu dilakukan dalam Revolusi Mental yaitu meningkatkan pelayanan publik, meningkatkan ketertiban umum, meningkatkan terus budaya bersih, memperkuat kemandirian ekonomi dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.
Kemenko PMK menyambut gembira diskusi ini, karena kegiatan diskusi seperti hari ini merupakan upaya yang strategis dalam rangka membangun silaturahmi untuk saling mengerti dan menyamakan persepsi tentang makna dan arti persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman menuju masyarakat Indonesia yang maju dan modern.
Gerakan Nasional Revolusi Mental pada intinya adalah juga sebuah gerakan menjebol penghambat kemajuan bangsa dan membangun peradaban yang baru yang adil bersatu dan sejahtera. "Kami berharap forum diskusi ini mampu melahirkan pemikiran yang strategis konstruktif bagaimana praktek nyata untuk membangun perilaku masyarakat yang selalu menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman sesuai dengan tujuan forum diskusi ini," tutur Haswan dalam sambutannya.
Diskusi ini melibatkan Forkominda Kota Bekasi, kalangan dan aktivis lintas agama serta organisasi kemasyarakatan lain yang berdomisili di Kota Bekasi. (olv)
Kategori:
